KETIKKABAR.com – Pembangunan jembatan modular di Desa Kubu, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, kini mencapai 98 persen. Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Batalyon Zeni Tempur 5/Arati Bhaya Wighina (Yonzipur 5/ABW) menargetkan penyelesaian akhir setelah seluruh uji kelayakan rampung, Senin (23/2/26).
Jembatan ini menjadi akses vital warga yang sempat terputus akibat bencana alam. Putusnya jalur tersebut menghambat mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga pengiriman hasil pertanian.
Prajurit Satgas Gulbencal Yonzipur 5/ABW mempercepat pekerjaan mulai dari perakitan rangka baja modular, pemasangan lantai jembatan, hingga penguatan pondasi dan oprit penghubung. Mereka menyelesaikan setiap tahap dengan tetap mengutamakan standar keselamatan.
Meski fisik jembatan hampir selesai, tim belum membuka akses untuk umum. Sisa 2 persen pekerjaan difokuskan pada tahap akhir berupa pengujian teknis agar jembatan benar-benar aman digunakan.
Dua pengujian akan dilakukan dalam waktu dekat, yakni uji beban untuk memastikan kekuatan jembatan menahan kendaraan sesuai kapasitas, serta uji defleksi guna mengukur tingkat kelenturan struktur saat diberi beban.
Prajurit Yonzipur 5/ABW menegaskan pengujian tersebut merupakan bagian dari prosedur Quality Control (QC) yang dilaksanakan secara ketat dan profesional. Tahap ini menjadi penentu utama sebelum jembatan difungsikan penuh.
Kehadiran jembatan modular ini diharapkan mengembalikan kelancaran transportasi antarwilayah. Warga bisa kembali mengakses sekolah, layanan kesehatan, serta menggerakkan roda ekonomi tanpa hambatan.
Masyarakat Desa Kubu menyambut baik hampir rampungnya pembangunan tersebut. Mereka berharap, setelah seluruh pengujian selesai dan dinyatakan aman, jembatan segera dibuka agar aktivitas kembali normal.
Pembangunan ini menjadi bagian dari misi kemanusiaan TNI AD dalam membantu daerah terdampak bencana, sekaligus mempercepat pemulihan konektivitas di Kecamatan Sawang dan sekitarnya. []


















