Internasional

Bom Termobarik dan MK-84 Disebut Picu Korban “Menguap” di Gaza

KETIKKABAR.com – Media asal Qatar, Al Jazeera, merilis laporan investigasi khusus yang menyebut ribuan warga Palestina “lenyap” akibat senjata yang digunakan militer Israel di Jalur Gaza sejak perang pecah pada Oktober 2023.

Laporan bertajuk The Rest of the Story yang tayang pada Senin (9/2/2026) waktu setempat itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (13/2/2026), mengungkap sedikitnya 2.842 warga Palestina diklasifikasikan sebagai “evaporated” atau “menguap”.

Al Jazeera menyebut angka tersebut berdasarkan dokumentasi tim pertahanan sipil Gaza sejak awal perang, bukan sekadar perkiraan. Korban disebut tidak meninggalkan sisa selain percikan darah atau fragmen kecil jaringan tubuh.

Juru bicara pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Bassal, mengatakan pihaknya menggunakan “metode eliminasi” dalam pendataan korban.

“Jika sebuah keluarga memberi tahu kami bahwa ada lima orang di dalam, dan kami hanya menemukan tiga mayat utuh, kami menganggap dua sisanya sebagai ‘menguap’ hanya setelah pencarian menyeluruh tidak menghasilkan apa pun selain jejak biologis — percikan darah di dinding atau fragmen kecil seperti kulit kepala,” jelasnya.

BACA JUGA:
Jurnalis Amal Khalil Tewas dalam Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan

Kesaksian juga datang dari warga Gaza, Yasmin Mahani. Ia mengaku tak menemukan jenazah putranya usai serangan Israel di sekolah Al-Tabin, Gaza City, pada 10 Agustus 2024.

“Saya masuk ke dalam masjid dan mendapati diri saya menginjak daging dan darah,” tutur Mahani kepada Al Jazeera Arabic.

Ia mengaku telah mencari ke sejumlah rumah sakit dan kamar mayat. “Kami tidak menemukan apa pun dari Saad. Bahkan tidak ada jenazah untuk dimakamkan. Itu bagian paling sulit,” ucapnya.

Dalam laporan itu, Al Jazeera mengutip pakar dan saksi mata yang mengaitkan fenomena tersebut dengan dugaan penggunaan amunisi termal dan termobarik oleh militer Israel. Senjata jenis ini kerap disebut bom vakum atau bom aerosol.

BACA JUGA:
Iran Siagakan Seluruh Kemampuan Hadapi Ancaman Militer Amerika Serikat

Beberapa jenis amunisi yang disebut dalam laporan antara lain bom MK-84, bom penghancur bunker BLU-109, serta bom luncur presisi GBU-39 yang disebut dipasok Amerika Serikat.

Pakar militer Rusia Vasily Fatigarov mengatakan senjata termobarik tidak hanya membunuh, tetapi bisa melenyapkan materi. Bom MK-84 disebut mampu menghasilkan panas hingga 3.500 derajat Celsius.

Sementara itu, pengacara dan dosen di Georgetown University di Qatar, Diana Buttu, menilai penggunaan senjata tersebut tak hanya melibatkan Israel.

“Ini adalah genosida global, bukan hanya genosida oleh Israel,” sebutnya. []

Hamas Tolak Rencana Pengiriman 8 Ribu Tentara Indonesia ke Gaza

TERKAIT LAINNYA