KETIKKABAR.com – Kepala Pusat Komando Amerika Serikat (AS) Jenderal Brad Cooper dilaporkan telah tiba di Israel untuk bertemu dengan jajaran kepemimpinan militer tertinggi di tengah meningkatnya eskalasi dengan Iran.
Kedatangan Cooper ke Tel Aviv mencakup agenda diskusi strategis dengan Kepala Staf Eyal Zamir serta Komandan Angkatan Udara Israel Tomer Bar.
Kunjungan ini berlangsung tepat saat militer Israel dalam posisi waspada penuh guna mengantisipasi potensi serangan pendahuluan dari pihak Teheran.
Media Israel menyebutkan bahwa Iran berpotensi melancarkan serangan lebih dulu sebagai respons atas bertambahnya jumlah armada perang AS yang kini mendekati kawasan Teluk.
Pengerahan kekuatan militer Washington semakin nyata setelah kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan telah memasuki wilayah tanggung jawab CENTCOM di Samudra Hindia.
Presiden AS Donald Trump sendiri telah menegaskan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut tersebut bergerak menuju Iran sebagai langkah berjaga-jaga tanpa menghapus opsi intervensi militer.
Di tengah pengerahan aset tempur tersebut, Trump mengeklaim bahwa pihak Iran kini mulai menunjukkan keinginan untuk melakukan perundingan dengan Washington.
“Mereka ingin membuat kesepakatan sekarang. Saya tahu itu. Mereka menghubungi beberapa kali untuk berunding,” ujar Trump dalam wawancaranya terkait situasi yang ia sebut sedang berubah-ubah.
Klaim ini muncul setelah AS mengirimkan belasan pesawat tempur tambahan untuk memperkuat gugus tugas mereka demi menjaga stabilitas regional.
Situasi di dalam negeri Iran juga sedang memanas menyusul aksi protes yang berujung kekerasan dan menelan ribuan korban jiwa hingga memicu peringatan keras dari Gedung Putih.
Trump sempat memberikan dukungan kepada para pengunjuk rasa dan memberi sinyal bahwa bantuan dari AS sedang dalam perjalanan untuk mendorong perubahan kepemimpinan di Teheran.
Hal ini ditafsirkan oleh banyak pihak di Iran sebagai ancaman langsung terhadap kedaulatan negara serta posisi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Merespons tekanan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa negaranya kini lebih siap dari sebelumnya untuk menangkis setiap potensi agresi.
Teheran menggambarkan kondisi saat ini sebagai “perang hibrida” dan memperingatkan negara-negara tetangga bahwa ketidakstabilan akibat serangan militer AS akan menular ke seluruh kawasan.
“Iran lebih siap dari sebelumnya dan akan merespons secara komprehensif, tegas, dan dengan cara yang akan disesalkan terhadap setiap potensi agresi,” tegas Baghaei.
Para komandan senior militer Iran pun menyerukan persatuan nasional agar angkatan bersenjata tetap solid dalam menghadapi ancaman luar yang kian nyata.
Komandan Pasukan Darat Ali Jahanshahi menyatakan bahwa sinergi antara militer reguler dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) adalah kunci utama untuk menggagalkan rencana musuh.
Mereka menyatakan kesiapan untuk mempertahankan wilayah negara hingga titik darah penghabisan demi memastikan musuh merasa tidak berdaya saat mencoba melakukan serangan. []
Korupsi Kuota Haji Kemenag, KPK Sebut Hitungan Kerugian Negara Masuk Tahap Finalisasi


















