Daerah

Prajurit Kodam Iskandar Muda Selamatkan Lansia di Tengah Banjir Aceh Timur

KETIKKABAR.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Timur pada Selasa (25/11/2025) memicu banjir di sejumlah kecamatan.

Banjir melanda dengan intensitas yang tak terduga, mengancam keselamatan warga, dan memaksa aparat TNI–Polri bergerak cepat dalam upaya evakuasi.

Di balik derasnya hujan, ada kisah heroik dari prajurit yang bertaruh nyawa untuk menyelamatkan yang terjebak dalam bencana alam ini.

Sungai Raya: Evakuasi Nenek Terjebak Banjir

Di Kecamatan Sungai Raya, banjir mengancam rumah-rumah warga. Salah satu operasi penyelamatan yang paling dramatis terjadi di Desa Bukit Drien, di mana seorang nenek lanjut usia terjebak di dalam rumahnya yang dikelilingi air.

Tim gabungan dari Koramil 12/Sungai Raya, Polsek Sungai Raya, dan BPBD Aceh Timur bergegas menanggapi laporan warga.

Kehadiran perahu karet BPBD menjadi penyelamat nyawa. Komando langsung berada di bawah Kapten Inf Wagimin, Danramil 12/Sungai Raya, yang memimpin evakuasi dengan penuh kehati-hatian.

“Kita tidak ingin ada korban jiwa. Setiap laporan warga yang terjebak akan kami tindaklanjuti secepat mungkin. Ini tugas kemanusiaan, dan kami akan tetap berada di lapangan sampai situasi benar-benar aman,” tegas Kapten Wagimin, menekankan bahwa tugas kemanusiaan ini tak mengenal waktu.

BACA JUGA:
Kodim 0107/Aceh Selatan kebut Pembangunan Jembatan Aramco, Progres di Pasi Rasian Capai 90 Persen

Serma Faisal, Babinsa setempat, membawa timnya menembus arus deras untuk memastikan tidak ada yang tertinggal. Begitu sang nenek berhasil dibawa ke perahu, air mata haru tampak mengalir di wajahnya.

Keberanian aparat ini mendapat ucapan terima kasih dari warga yang merasakan langsung keberadaan mereka di tengah krisis.

Julok: 13 Desa Terendam, Babinsa Sigap

Tak hanya di Sungai Raya, banjir juga menerjang Kecamatan Julok, dengan sedikitnya 13 desa terendam air. Tinggi genangan berkisar antara 20 hingga 70 sentimeter, memaksa lebih dari 700 Kepala Keluarga bertahan di rumah masing-masing.

Di tengah hujan yang mulai mereda, Babinsa Koramil 07/Julok, Koptu Sudiro, terus melakukan pemantauan intensif.

Masyarakat yang terisolasi dihimbau untuk tetap waspada. Koptu Sudiro memetakan wilayah rawan dan menyalurkan bantuan berupa mi instan bagi warga yang terdampak.

Di balik hujan gerimis, suasana harapan tetap terjaga berkat kedekatan aparat dengan masyarakat.

“Pemantauan akan terus kami lakukan sampai kondisi benar-benar normal. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujar Koptu Sudiro, memastikan tak ada satu pun warga yang terabaikan.

TNI-Polri Bersinergi, Siap Hadapi Krisis Lebih Besar

Menghadapi cuaca ekstrem yang masih menggantung di atas Aceh, Panglima Kodam Iskandar Muda (Kodam IM), Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, menginstruksikan jajarannya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan.

BACA JUGA:
Yahya Zaini Dukung Usulan KPK: Masa Jabatan Ketum Parpol Maksimal Dua Periode

Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) siap dikerahkan untuk merespons bencana lebih lanjut.

“Sinergi antara TNI, Polri, BPBA, Basarnas, dan masyarakat sangat penting. Keberhasilan penanggulangan bencana ini bergantung pada kerja sama solid,” tegas Pangdam Joko.

Ia menekankan bahwa bantuan yang diberikan harus disertai dengan empati untuk memberikan rasa aman dan harapan kepada warga yang tengah menghadapi bencana.

Dengan koordinasi yang kuat antara aparat dan masyarakat, Aceh Timur berharap dapat segera pulih dari dampak banjir yang melanda, dan situasi kembali normal tanpa jatuhnya korban lebih lanjut.

Keselamatan di Utama, Tanggapan Cepat Menjadi Kunci

Masyarakat Aceh Timur, meski terhimpit bencana, tetap bisa merasakan kehadiran aparat yang tidak hanya bekerja dengan profesional, tetapi juga dengan hati.

Keberanian, ketangguhan, dan kepedulian TNI-Polri telah menyelamatkan banyak nyawa, mengingatkan kita bahwa dalam kegelapan, selalu ada sinar harapan yang muncul dari tangan-tangan yang siap membantu.[]

Kodam Iskandar Muda Gerak Cepat Atasi Longsor di Aceh Selatan, Jalur Tapaktuan-Blang Pidie Kembali Normal

TERKAIT LAINNYA