Hukum

Aktivis 98 Andrianto Soroti Isu Ijazah Gibran: “Double Kesalahan” dan Upaya Alihkan Isu

KETIKKABAR.com – Isu seputar dugaan ijazah palsu yang melibatkan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo, terus mengundang perhatian publik.

Aktivis 98 yang juga pegiat demokrasi, Andrianto, menyebutkan bahwa perdebatan ini semakin memanas, terutama setelah muncul tudingan dari Roy Suryo dan kelompoknya yang menyebut Gibran tidak memiliki ijazah SMA yang sah.

Dalam podcast The Daily Buzz di Okezone, Jumat (7/11/2025), Andrianto mengungkapkan keprihatinannya atas isu yang berkembang tersebut.

Menurutnya, sebelumnya publik sudah sempat mempertanyakan kelayakan Gibran untuk maju sebagai calon wakil presiden karena dianggap tidak memenuhi syarat usia yang ditentukan oleh konstitusi.

Namun, dengan adanya tudingan soal ijazah tersebut, Andrianto menilai Gibran kini menghadapi masalah yang lebih besar lagi.

BACA JUGA:
Skandal Motor Listrik MBG Rp1 Triliun: Sudah Dibayar, Barang Belum Siap dan Diduga Ada Markup

Andrianto menyatakan bahwa isu ijazah Gibran menambah panjang daftar kontroversi yang melingkupi sosok putra Presiden Jokowi itu.

“Publik bertanya-tanya, berarti Gibran ini double kuadrat kesalahannya. Sudah ditolong oleh MK [Mahkamah Konstitusi], ditambah lagi tidak memenuhi syarat dokumen pendidikan,” ujarnya.

Pernyataan Andrianto mengacu pada keputusan Mahkamah Konstitusi yang sebelumnya memberikan kelonggaran bagi Gibran terkait syarat usia untuk maju dalam pencalonan.

Keputusan tersebut sempat menuai kritik, namun tak lama setelah itu, perdebatan baru muncul terkait dokumen pendidikan Gibran, yang kini dipersoalkan.

Tuduhan mengenai ijazah Gibran bahkan telah menyebabkan Roy Suryo dan kelompoknya melakukan penelusuran lebih mendalam, hingga ke luar negeri, termasuk Singapura dan Australia.

BACA JUGA:
Kembangkan Kasus Bupati Muara Enim, KPK Diduga Kembali OTT Oknum BPK

Mereka dikabarkan berusaha mencari bukti-bukti yang dapat membuktikan bahwa Gibran tidak memiliki ijazah SMA yang sah, yang merupakan salah satu syarat untuk maju dalam dunia politik.

Andrianto menambahkan, meski penyelidikan ini terus berlangsung, dirinya merasa ada kemungkinan bahwa isu terkait ijazah Gibran sengaja diperbesar untuk mengalihkan perhatian publik dari isu lainnya.

“Ada dugaan bahwa kasus tuduhan ijazah palsu Presiden Jokowi justru dimunculkan untuk mengalihkan perhatian dari isu ijazah Gibran,” tuturnya. []

Polda Metro Jaya Geledah Rumah Siswa Terduga Pelaku Insiden Ledakan di SMAN 72 Jakarta

TERKAIT LAINNYA