KETIKKABAR.com – Militer Tiongkok untuk pertama kalinya memamerkan sebuah pesawat tempur baru tanpa ekor yang diyakini secara luas oleh analis militer sebagai Jet Tempur Generasi Keenam J-36.
Prototipe besar dan nonkonvensional ini terbang di depan publik bersama jet ‘siluman’ J-20, memicu kembali perdebatan tentang kemampuan Beijing dalam mengejar dan menutup kesenjangan teknologi dengan negara-negara Barat.
Menurut laporan yang beredar, pesawat tempur futuristik yang disebut menyerupai UFO ini telah dipuji oleh para pakar militer sebagai ‘senjata super’ dan salah satu pesawat tercanggih yang pernah dibuat.
Peluncuran J-36 merupakan pencapaian penting yang diperkirakan para analis dapat menandai dimulainya era baru superioritas udara bagi Tiongkok.
Fitur paling menonjol dari pesawat mutakhir ini adalah desainnya yang tanpa ekor. Jet ini mengandalkan sistem komputer canggih, alih-alih stabilisator vertikal tradisional, untuk menjaga stabilitas dan kontrol.
Konfigurasi tanpa ekor seperti itu jauh lebih sulit dideteksi radar, mengindikasikan bahwa jet ini dirancang terutama untuk operasi siluman dan rahasia.
Gambar-gambar menunjukkan bahwa pesawat baru ini ukurannya kurang lebih sebanding dengan J-20, dengan panjang sekitar 21 meter.
Para ahli mencatat adanya penyempurnaan signifikan dibandingkan dengan prototipe yang terlihat pada Desember 2024, termasuk sistem roda pendaratan yang didesain ulang dan penyesuaian struktural lainnya.
Euan Graham, seorang analis di Australian Strategic Policy Institute, mengatakan desain baru ini menunjukkan kesediaan industri penerbangan Tiongkok untuk bereksperimen dan berinovasi.
“Apa pun kelebihan atau kekurangannya, desain ini tampak sangat orisinal,” ujarnya.
Jet tempur generasi keenam melambangkan langkah selanjutnya dalam desain pesawat tempur canggih, melampaui kemampuan model generasi kelima. Konsep-konsep mutakhir ini umumnya menampilkan integrasi kecerdasan buatan (AI) dan kemampuan siluman yang ditingkatkan.
Tiongkok kini bergabung dengan beberapa negara, termasuk Amerika Serikat dan koalisi negara Eropa, yang telah terlibat dalam persaingan sengit untuk mengembangkan teknologi pesawat tempur generasi keenam.
Menariknya, beberapa laporan menunjukkan bahwa Partai Komunis Tiongkok mungkin sengaja membiarkan rekaman uji terbang prototipe tersebut tersebar di media sosial, karena tampaknya tidak ada upaya untuk membatasi peredarannya.
Langkah ini bisa jadi merupakan pesan tersirat kepada dunia tentang kemajuan teknologi militer mereka. []




















