Nasional

Kritik Hasan Nasbi ke Menkeu Purbaya Jadi Sorotan: Dinilai Tak Etis, Ini Alasannya!

KETIKKABAR.com – Kritik tajam dari Hasan Nasbi, mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan yang kini menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina, terhadap Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, belakangan ini tengah menjadi sorotan publik.

Kritik tersebut memicu perdebatan sengit, di mana Hasan dinilai tidak etis menyerang Purbaya. Hal ini lantaran posisi Hasan saat ini sebagai Komisaris BUMN seharusnya terikat dan menjadi bagian dari perpanjangan tangan pemerintah, khususnya Presiden RI, Prabowo Subianto.

Pengamat Politik, Syahganda Nainggolan, turut angkat bicara mengenai polemik ini. Menurutnya, posisi Hasan Nasbi saat ini seharusnya membatasi ruang geraknya sebagai pengkritik.

“Nah kalau Hasan Nasbi ini kan sekarang Komisaris Pertamina. Dia harusnya terikat, dia ngerti hierarki, dia tidak boleh menjadi pengkritik Purbaya sebagai Menteri Keuangan menurut saya,” ujar Syahganda Nainggolan, seperti dikutip dari kanal YouTube Bambang Widjojanto yang tayang pada Selasa (28/10/2025).

Syahganda beralasan, karena Hasan Nasbi menerima gaji dari uang negara, ia semestinya mendukung kebijakan yang diambil oleh pemerintah, bukan sebaliknya.

BACA JUGA:
Brimob Xtreme 2026 Resmi Ditutup, Cetak Bibit Atlet Berprestasi Internasional

Syahganda bahkan berbagi pengalaman pribadinya yang relevan dengan situasi ini. Ia bercerita pernah ditawari jabatan komisaris pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun tawaran itu ia tolak mentah-mentah.

Alasan penolakannya sederhana: agar ia tetap bisa berdiri sebagai pengkritik independen.

“Saya kan dulu ditawari jadi komisaris ya, oleh salah satu orang dekatnya presiden, saya tolak kan. Kenapa saya enggak mau jadi komisaris? Karena kalau saya komisaris saya makan uang negara,” pungkasnya, menegaskan prinsipnya untuk tidak mengkritik pemerintah saat menerima gaji dari kas negara. []

Tegas! UNS Cabut Beasiswa KIP-K Mahasiswi yang Kepergok Dugem

TERKAIT LAINNYA