Nasional

Cak Imin: Indomaret dan Alfamart ‘Raksasa Gurita’ yang ‘Bunuh’ Ekonomi Rakyat Kecil

KETIKKABAR.com – Pernyataan keras dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin terkait dampak ekspansi jaringan ritel modern terhadap ekonomi rakyat kecil. Pernyataan ini sontak viral di media sosial.

Cak Imin menilai, kehadiran ritel raksasa seperti Indomaret dan Alfamart telah menggerus ruang hidup pelaku usaha mikro di berbagai daerah.

“Kita mengerti betul ritel-ritel raksasa yang masuk ke kampung-kampung telah membunuh ekonomi rakyat kecil,” kata Cak Imin saat memaparkan capaian satu tahun pemberdayaan masyarakat di Menara Danareksa, Jakarta, Selasa (28/10).

Ketua Umum DPP PKB itu menegaskan, fenomena meluasnya jaringan ritel modern bukan sekadar persoalan pasar. Menurutnya, ini sudah menjalar menjadi masalah keadilan ekonomi nasional.

Ia menilai, dominasi dua jaringan besar itu membuat pemerintah daerah kewalahan menyeimbangkan perkembangan ekonomi lokal.

BACA JUGA:
Perkuat Garda Terdepan, 1.848 Perwira Polri Baru Siap Bertugas di Kewilayahan

“Terus terang, raksasa gurita itu bernama Indomaret dan Alfamart,” tegasnya.

Meskipun demikian, Cak Imin mengapresiasi langkah sejumlah kepala daerah yang telah menerbitkan peraturan daerah (Perda) untuk membatasi ekspansi dua ritel tersebut. Ia menyebut, upaya tersebut sebagai bentuk keberpihakan terhadap ekonomi rakyat.

“Bupati-bupati banyak yang membuat peraturan yang sangat memungkinkan untuk menghadapi gurita besar yang merepotkan UMKM kita,” tuturnya.

Cak Imin mengakui bahwa kebijakan ekonomi nasional selama ini belum sepenuhnya berpihak pada pelaku usaha kecil, seperti warung tradisional dan pedagang mikro, padahal sektor tersebut menjadi penopang utama ekonomi desa.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah menginisiasi pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di setiap desa. Program ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi rakyat sekaligus menjadi benteng kemandirian desa.

  • Hingga akhir Oktober 2025, tercatat sekitar 5.000 koperasi telah beroperasi.
  • Target pemerintah mencapai 80.000 koperasi pada tahun depan.
BACA JUGA:
Kapolri di Rakorwas Kompolnas: Mitra Strategis untuk Pembenahan Polri

Selain itu, strategi pemberdayaan UMKM juga menjadi fokus utama pemerintah dalam menghadapi dominasi ritel modern. Program tersebut mencakup permodalan, pemasaran, perlindungan terhadap produk lokal, pekerja informal, serta mitigasi risiko kegagalan usaha.

“Kita akan terus mendorong dan telah memulai mewujudkan ekosistem ekonomi lokal yang berkeadilan,” pungkasnya. []

Musyawarah Ganti Rugi Tol Sigli-Banda Aceh, Pangdam IM Cari Solusi Lunasi 22 Bidang Lahan

TERKAIT LAINNYA