Nasional

Cak Imin Pastikan Bansos untuk Lansia, Difabel, dan ODGJ Diberikan Permanen: “Bantuan Sosialnya Abadi”

KETIKKABAR.com – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin memastikan bahwa kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) akan mendapat bantuan sosial (bansos) secara permanen.

“Ya, ada term periode. Sampai hari ini, kita berkesimpulan untuk difabel, manusia lanjut usia—manula, sama ODGJ itu abadi, bansos terus,” tegas Cak Imin di hadapan awak media, usai menghadiri acara di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu malam (13/7/2025).

Sementara itu, untuk masyarakat di luar kelompok rentan, bansos hanya akan diberikan dalam jangka waktu terbatas, dengan durasi maksimal lima tahun. “Untuk sementara maksimal lima tahun,” ujarnya.

BACA JUGA:
Populasi Lampaui 60 Persen, Pemprov DKI Jakarta Musnahkan 6,9 Ton Ikan Sapu-Sapu

Meski begitu, Cak Imin menekankan bahwa belum ada perubahan skema atau pendekatan baru dalam pemberian bantuan sosial. Standar yang digunakan masih mengacu pada data dan ketentuan dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Belum. Masih sesuai standar BPS,” tambahnya singkat.

Baca juga: Cak Imin Bercanda Serius di Pelantikan PB IKA PMII: “Wamen Bikin Lemas, Tapi Rezeki Urusan Tuhan”

Pernyataan Cak Imin ini sejalan dengan usulan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, yang sebelumnya menyarankan agar bansos difokuskan untuk kelompok benar-benar rentan, seperti lansia, difabel, dan ODGJ.

“Bansos baiknya hanya untuk yang lansia, yang mungkin difabel, mungkin yang ODGJ, ya, ‘kan?” ujar Budiman saat ditemui di Jakarta, Jumat (11/7/2025).

BACA JUGA:
Capaian Kinerja Polri 2025 Tembus 91,54 Persen, Reformasi Internal Dinilai Berhasil

Budiman mengungkapkan kekhawatiran adanya penyalahgunaan bansos, termasuk untuk praktik judi daring (judol) yang marak belakangan ini. Oleh karena itu, menurutnya, masyarakat miskin yang masih mampu bekerja seharusnya diberdayakan, bukan hanya disuplai bantuan.

Untuk menjawab tantangan itu, BP Taskin kini tengah menyusun Rencana Induk Percepatan Pengentasan Kemiskinan, yang mengusung sembilan pendekatan strategis. Fokus utamanya antara lain di sektor:

  • Pangan dan perumahan

  • Energi terbarukan dan transportasi

  • Pendidikan dan kesehatan

  • Industri kreatif dan digital

“Karena itulah, Pak Prabowo Subianto membentuk BP Taskin agar pendekatannya bukan sekadar memberi pelampung, tapi membangun perahu,” tutur Budiman.[]

TERKAIT LAINNYA