Nasional

Salmonella & Bacillus Cereus, Dalang di Balik Tragedi MBG Bandung Barat

KETIKKABAR.com – Total 1.990 orang di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Garut menjadi korban keracunan massal setelah menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hasil uji laboratorium memastikan penyebabnya adalah kontaminasi bakteri Salmonella dan Bacillus cereus pada makanan yang disajikan.

Insiden ini merinci 1.333 korban di Kecamatan Cipongkor, KBB, dan 657 korban lainnya dengan gejala serupa di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Para korban mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat telah mengidentifikasi sumber masalah dari sampel makanan yang diperiksa.

“Hasil pemeriksaan kami menunjukkan adanya bakteri pembusuk, yakni Salmonella dan Bacillus cereus yang berasal dari komponen karbohidrat dalam makanan,” ujar Kepala UPTD Labkesda Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr. Ryan Bayusantika Ristandi, pada Minggu (28/9/2025).

BACA JUGA:
Wabup Aceh Besar Tinjau Lokasi Pembangunan Kantor Camat Lembah Seulawah, Targetkan Mulai Pertengahan 2026

Ryan menjelaskan bahwa pemicu utama kontaminasi adalah rentang waktu yang terlalu lama antara proses memasak dan penyajian. “Jika makanan disimpan pada suhu ruang lebih dari enam jam, apalagi tanpa pengontrolan suhu yang tepat, risiko tumbuhnya bakteri sangat tinggi,” katanya.

Untuk mencegah kejadian serupa, Ryan menekankan pentingnya penerapan protokol keamanan pangan yang ketat, antara lain:

  • Higienitas: Petugas dapur harus menggunakan air bersih, pakaian steril, dan sarung tangan.
  • Kontrol Suhu: Makanan matang harus disimpan pada suhu di atas 60°C atau di bawah 5°C untuk menghambat pertumbuhan bakteri.
  • Waktu Penyajian: Jeda waktu antara memasak dan menyantap harus sesingkat mungkin.

Di tengah penanganan korban, petugas medis menemukan beberapa pasien yang kembali mengalami gejala setelah sempat dipulangkan.

“Kami temukan empat pasien yang datang lagi padahal sebelumnya sudah dinyatakan membaik,” ucap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat, Lia N. Sukandar, Jumat (26/9/2025).

BACA JUGA:
TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis di Aceh Tenggara

Setelah diwawancara, diketahui bahwa gejala berulang tersebut muncul karena pasien mengonsumsi makanan yang belum sesuai untuk kondisi pemulihan, seperti jeruk dan ayam goreng.

“Hal-hal itu yang membuat mereka bergejala lagi. Saya sudah menginstruksikan petugas untuk mengedukasi pasien bahwa ketika pulang, jangan makan yang macam-macam dulu. Cukup makan bubur yang dimasak sendiri,” tegas Lia.

Hingga saat ini, posko penanganan di GOR Kecamatan Cipongkor masih merawat 12 pasien dan terus bersiaga menerima pasien baru maupun yang bergejala ulang.

Dinas Kesehatan Jawa Barat juga telah mengimbau seluruh pihak terkait program MBG untuk memperketat pengawasan keamanan pangan demi mencegah insiden ini terulang kembali. []

Ribuan Siswa Keracunan, Pemerintah Tetapkan Status KLB Program Makan Bergizi Gratis

TERKAIT LAINNYA