KETIKKABAR.com – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Selasa malam (15/7/2025).
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Abdul Qohar, menyatakan penetapan dilakukan setelah penyidik memperoleh cukup alat bukti.
“Malam hari ini menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” ujar Abdul Qohar di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan.
Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni:
-
Sri Wahyuningsih (SW), Direktur Sekolah Dasar Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen Kemendikbudristek tahun 2020–2021
-
Mulyatsyah (MUL), Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020
-
Jurist Tan (JT), Staf Khusus Mendikbudristek bidang Pemerintahan era Menteri Nadiem Makarim
-
Ibrahim Arief (IBAM), Konsultan perorangan Rancangan Perbaikan Infrastruktur Teknologi Manajemen Sumber Daya Sekolah di Kemendikbudristek
Dua tersangka, Sri Wahyuningsih dan Mulyatsyah, langsung ditahan untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejagung.
Baca juga: Kejagung Telusuri Dugaan Investasi Google ke Gojek Terkait Kasus Chromebook
Sementara itu, Ibrahim Arief ditetapkan sebagai tahanan kota lantaran memiliki riwayat penyakit jantung kronis.
“Berdasarkan pemeriksaan dokter, yang bersangkutan mengalami gangguan jantung yang sangat kronis. Sehingga dilakukan penahanan dalam bentuk tahanan kota,” jelas Abdul Qohar.
Adapun tersangka Jurist Tan diketahui masih berada di luar negeri dan belum dilakukan penahanan.
Keempat tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Kasus pengadaan Chromebook ini mencuat sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan yang dijalankan Kemendikbudristek pada periode 2020–2022. Dugaan kerugian negara dan dugaan rekayasa proyek menjadi fokus utama dalam penyidikan yang terus bergulir. []


















