Daerah

Orang Dekat Ditangkap KPK, Bobby Nasution Rombak Pejabat Pemprov Sumut

KETIKKABAR.com – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mulai bergerak cepat setelah orang kepercayaannya, Topan Ginting, terseret dalam kasus korupsi besar.

Dalam upaya merespons badai politik dan hukum yang menerpanya, Bobby melakukan perombakan besar-besaran di jajaran Pemprov Sumut, termasuk melantik Togap Simangunsong sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) baru.

Pelantikan Togap dan enam pejabat eselon II lainnya dilakukan di Gedung Serbaguna VIP Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Jumat (11/7/2025), hanya dua pekan setelah Topan Ginting ditangkap KPK bersama empat tersangka lain dalam kasus proyek jalan desa terpencil.

“Loyal kepada masyarakat, keluarga, dan pimpinan. Itu yang saya tekankan,” ujar Bobby dalam sambutannya.

Namun di balik pelantikan tersebut, sinyal bersih-bersih belum terasa kuat, bahkan dinilai hanya simbolik dan birokratis oleh para pengamat.

Togap Simangunsong, yang sebelumnya menjabat Staf Ahli Mendagri Tito Karnavian, menyatakan siap mengemban tugas dari Bobby. Ketika ditanya soal instruksi khusus, Togap menjawab:

“Ada empat pesan Pak Gubernur: loyal, loyal, loyal, dan pintar.”

BACA JUGA:
Bantah Dihapus, Gubernur Aceh Tegaskan Program JKA Dievaluasi agar Tepat Sasaran

Selain diminta mempercepat penyaluran dana bagi hasil ke kabupaten/kota, Togap juga ditugaskan untuk menuntaskan isu strategis seperti kemiskinan, narkoba, serta mendukung pengembangan Danau Toba sebagai anggota UNESCO Global Geopark.

Kasus yang menjerat Topan Ginting, mantan Kepala Dinas PUPR Sumut, menjadi sorotan utama. Ia ditangkap KPK pada Kamis (26/6/2025) bersama empat orang lainnya: pejabat UPTD Gunung Tua, staf Satker PJN Wilayah I Sumut, dan dua kontraktor swasta.

Baca juga: KPK Dinilai Ciut Panggil Bobby, Mahfud: Momentum Tunjukkan Nyali!

Total nilai proyek jalan yang diselewengkan mencapai Rp231,8 miliar, dengan dugaan komisi Rp9–11 miliar, di mana Topan disebut menerima uang muka Rp2 miliar. Dari penggeledahan, KPK menyita Rp231 juta dan menemukan Rp2,8 miliar tunai di rumah Topan.

Yang jadi perhatian: Topan merupakan orang kepercayaan Bobby sejak masih menjabat Wali Kota Medan, bahkan sempat digadang sebagai calon Sekda sebelum tertangkap. Ia bukan satu-satunya selama empat bulan kepemimpinan Bobby di Sumut, sudah tiga kepala dinas ditangkap karena korupsi.

BACA JUGA:
Bungkam DRX World Legends 3-0, Barcelona Legends Menangi Laga "Clash of Legends" di GBK

Faisal Riza, pengamat politik UIN Sumut, menilai pelantikan yang dilakukan Bobby belum menyentuh akar masalah. Ia menyebut langkah Bobby lebih bersifat administratif daripada sebagai momen deklarasi antikorupsi.

“Ini seharusnya momentum kuat untuk menunjukkan sikap tegas terhadap korupsi. Tapi yang kita dengar hanya soal loyalitas dan kolaborasi,” ujarnya.

Faisal juga menyoroti kecenderungan Bobby menempatkan orang-orang terdekatnya dari Pemkot Medan ke posisi strategis. Dalam hitungan hari usai dilantik pada 20 Februari 2025, 12 pejabat era Edy Rahmayadi langsung diganti.

Elfanda Ananda, mantan Ketua Fitra Sumut, menyebut bahwa kasus ini merupakan ujian kepemimpinan sejati Bobby. Selama menjabat Wali Kota Medan, kata Elfanda, Bobby dan lingkar dalamnya dikenal “kebal sentuhan hukum” meski banyak laporan masyarakat.

“Sekarang, orang terdekatnya sendiri ditangkap KPK. Ini bisa jadi pintu masuk untuk membongkar lebih banyak kasus korupsi yang selama ini tersembunyi,” ujarnya.[]

TERKAIT LAINNYA