KETIKKABAR.com – Seorang perempuan muda berinisial D, warga Bekasi, terpaksa mengadu ke petugas pemadam kebakaran (Damkar) setelah laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dibuatnya ke polisi tak kunjung ditindaklanjuti.
Dalam wawancara dengan tvOnenews pada Rabu (25/6/2025), D mengaku mengalami kekerasan fisik dari suaminya. Ia telah melapor ke polisi sejak Jumat (20/6/2025), namun hingga kini belum menerima kabar lanjutan.
“Saya bikin aduan polisi, tidak ada tanggapan. Jadi saya ngadu ke damkar karena kepala saya sakit, terus saya sudah depresi, kan, pingin bunuh diri,” ujarnya lirih.
D bercerita bahwa usai membuat laporan di kantor polisi, ia diarahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), dimintai keterangan, dan kemudian dikirim untuk visum ke RSUD terdekat. Setelah semua proses itu selesai, ia pulang ke rumah.
Baca juga: Oknum Polisi Diduga Peras Mahasiswa Usai Tuduhan Asusila
Namun beberapa hari berselang, saat ia menanyakan kelanjutan laporannya via WhatsApp, jawaban yang diterima sangat mengecewakan.
“Terakhir saya hubungi semalam, katanya, ‘nanti dikabarin lagi’,” keluhnya.
Putus asa karena merasa diabaikan, D akhirnya menghubungi petugas Damkar Bekasi.
“Kalau enggak ke damkar, saya harus ngadu ke siapa lagi? Polisi enggak ada tanggapan,” tegas D.
Menanggapi laporan tersebut, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Eko Budi, menyatakan pihaknya segera turun tangan.
“Kami langsung tindak lanjuti ke lokasi korban, lalu teruskan ke polisi dan rumah sakit,” jelas Eko.
Saat ini, korban tengah menunggu penjemputan medis karena mengeluhkan sakit kepala hebat yang diduga akibat benturan.
“Kami khawatir ada pendarahan otak, karena sudah dari hari Jumat belum ditangani serius,” ujar Eko.[]


















