Ekonomi

BSI dan BI Aceh Perkuat Sinergi Dorong Ekonomi Syariah

KETIKKABAR.com – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional Aceh bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menggelar silaturahmi dan diskusi strategis guna memperkuat ekosistem keuangan syariah di Provinsi Aceh, Senin (23/6/2025).

Pertemuan yang berlangsung di Kantor BI Aceh ini dihadiri oleh Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, beserta jajaran, serta Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, bersama tim.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kedua lembaga dalam mendukung percepatan pembangunan ekonomi daerah berbasis syariah.

Dalam diskusi tersebut, dibahas sejumlah isu strategis, seperti penguatan literasi keuangan syariah, pemberdayaan UMKM, pengembangan ekonomi digital, hingga peran aktif perbankan dalam mendukung program-program ekonomi Pemerintah Aceh.

Baca juga: BSI International Expo 2025: 90 Brand Fesyen Halal Serbu Jakarta!

BACA JUGA:
Unit Distribusi Garudafood Uji Coba Truk Listrik untuk Tekan Emisi

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara BSI dan BI.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan ekonomi syariah memerlukan kolaborasi lintas sektor, khususnya dukungan dari otoritas moneter.

“BSI berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis Bank Indonesia dalam memperkuat sistem keuangan berbasis syariah. Sinergi ini penting agar dampaknya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, menekankan pentingnya memperkuat ekosistem keuangan syariah secara menyeluruh, melalui peningkatan inklusi keuangan dan digitalisasi layanan.

“BSI memiliki peran kunci dalam menyukseskan agenda ekonomi syariah di Aceh. Kolaborasi ini akan terus kita perkuat demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan,” ungkap Agus.

Ke depan, BSI dan BI Aceh akan terus bersinergi dalam program edukasi keuangan syariah, pengembangan ekosistem halal, serta peningkatan kualitas layanan perbankan digital sesuai dengan kebutuhan masyarakat Aceh.

BACA JUGA:
Bantah Dihapus, Gubernur Aceh Tegaskan Program JKA Dievaluasi agar Tepat Sasaran

Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan sesuai prinsip syariah.[]

TERKAIT LAINNYA