KETIKKABAR.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar resmi menerima kunjungan Tim Verifikator dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia dalam rangka Verifikasi Lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award Tahun 2025.
Kegiatan berlangsung di Aula Sanusi Wahab, Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu, 18 Juni 2025.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari surat Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI nomor KL.01.04/C.VI/1497/2025, menyusul verifikasi dokumen yang sebelumnya dilakukan secara daring.
Tim Kemenkes melakukan penilaian menyeluruh atas implementasi lima pilar STBM di Aceh Besar, untuk kategori Pratama, Madya, dan Paripurna sesuai ketentuan STBM Award 2025.
Baca juga: Rakor Camat se-Aceh Besar, Syech Muharram: Camat Harus Turun, Bukan Tunggu Laporan!
Kehadiran tim disambut langsung oleh Asisten I Sekdakab Aceh Besar, Farhan AP, didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Nelli Ulfiati, SKM, MPH, serta jajaran kepala OPD terkait seperti Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, PUPR, Pendidikan dan Kebudayaan, Satpol PP-WH, BPBD, dan PDAM Tirta Mountala.
“Atas nama Pemkab Aceh Besar, kami sangat mengapresiasi kepercayaan ini. Ini bukti bahwa kolaborasi kami dengan masyarakat dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat mendapat perhatian nasional,” ujar Farhan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan STBM di Aceh Besar ditopang oleh sinergi lintas sektor yang solid.
Plt Kadinkes Nelli Ulfiati dalam paparannya menjelaskan berbagai capaian dan inovasi yang telah dilakukan, termasuk peran aktif tokoh masyarakat serta kader kesehatan dalam mengubah perilaku hidup bersih dan sehat.
Baca juga: Prabowo Pulangkan Empat Pulau ke Aceh, Syech Muharram: Ini Akhir dari Kegaduhan
Tim Verifikator Kemenkes menegaskan bahwa hasil verifikasi lapangan ini akan menjadi dasar penentuan penerima STBM Award 2025.
Penilaian mencakup aspek teknis pelaksanaan, partisipasi masyarakat, dan dampak nyata dari intervensi yang dilakukan.
Pemerintah Aceh Besar berharap verifikasi ini menjadi langkah menuju predikat STBM Award 2025, sekaligus memperkuat citra sebagai daerah sehat, tangguh, dan berkelanjutan.[]


















