Daerah

Menelusuri Jejak Pahlawan Tiga Zaman: Panglima Wahab, Pejuang Legendaris Asal Aceh Besar

KETIKKABAR.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Aceh Besar melalui Tim Media Center melakukan penelusuran situs sejarah Makam Panglima Wahab, seorang perintis kemerdekaan asal Aceh, di Gampong Leupung Bale, Kecamatan Kuta Cot Glie, Selasa (27/5/2025).

Kunjungan ini bertujuan menggali kembali warisan sejarah dan mengenalkan sosok Panglima Wahab atau Pang Hab, pahlawan berjuluk pejuang tiga zaman, kepada generasi muda.

Pahlawan Perang Sabil yang Diakui Negara

Faisal Sani Akbar, cucu Panglima Wahab, menceritakan bahwa sang kakek merupakan pejuang Perang Aceh yang terus melawan penjajahan hingga masa kemerdekaan Republik Indonesia.

Atas jasa-jasanya, beliau dianugerahi tanda kehormatan Setya Lencana Perintis Pergerakan Kemerdekaan RI oleh Presiden Soekarno melalui SK MENSOS POL 3/V/74/PK, yang kini tertera pada prasasti di makamnya.

BACA JUGA:
Sinergi TNI dan Warga, Jembatan Aramco Aceh Selatan Rampung dalam 16 Hari

“Kakek kami adalah satu dari sedikit pejuang yang bertahan hingga Indonesia merdeka. Beliau menerima tanda jasa secara langsung dari Gubernur A. Hasjmy atas nama Presiden Soekarno pada 17 Agustus 1961,” ujar Faisal.

Baca Juga: Tragis di Lamteuba: Kakek 68 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun

Panglima dari XXII Mukim: Tumbuh dalam Medan Juang

Lahir tahun 1862 di Keumire, Seulimum (kini Kuta Cot Glie), Pang Wahab dibesarkan dalam keluarga pejuang. Ayahnya, Pang Ibrahim (Pang Him), gugur dalam jihad bersama Teungku Chik di Tiro.

Sejak kecil, Wahab diasuh oleh Panglima Polem Teuku Cut Banta dan dilatih menjadi prajurit tangguh di bawah struktur Sagoe XXII Mukim. Belakangan, ia diangkat sebagai Ulee Balang (Komandan Batalion) oleh Panglima Teungku Raja Kuala.

BACA JUGA:
Lantik Pengurus DPP Muda Seudang 2026-2030, Gubernur Aceh Tekankan Peran Strategis Pemuda
Makam panglima Wahab di Gampong Leupung Bale Kecamatan Kuta Cot Glie Aceh Besar Selasa 27052025 FOTOMC ACEH BESAR
Makam panglima Wahab di Gampong Leupung Bale Kecamatan Kuta Cot Glie Aceh Besar Selasa 27052025<br >FOTOMC ACEH BESAR

“Beliau adalah mujahid yang turut memimpin Pertempuran Keumire menjelang masuknya Jepang ke Aceh,” lanjut Faisal.

Dalam pertempuran itu, Pang Hab berjuang bersama tokoh-tokoh besar Aceh seperti A. Hasjmy, Teungku Hasballah Indrapuri, dan Ahmad Abdullah. Kiprah militernya membentang dari zaman penjajahan Belanda hingga masa awal kemerdekaan Republik.

Wafat dalam Usia 101 Tahun

Panglima Wahab wafat pada tahun 1963 dalam usia 101 tahun dan dimakamkan di Gampong Leupung Bale. Di makamnya kini berdiri prasasti kehormatan, sebagai pengingat atas perjuangannya yang melampaui tiga era: Belanda, Jepang, dan Republik Indonesia.

Kepala Dinas Kominfo Aceh Besar menyebutkan bahwa kunjungan ini akan menjadi bagian dari pengarsipan sejarah lokal sekaligus bahan dokumentasi audiovisual untuk menyebarluaskan nilai perjuangan kepada masyarakat.[]

TERKAIT LAINNYA