Politik

“Jokowi, UGM, dan Ijazah yang Tak Pernah Ditunjukkan”

KETIKKABAR.comBareskrim Polri sudah angkat suara: Ijazah Jokowi asli. Tapi polemik belum selesai.

Narasi tandingan masih menggema, dan publik bertanya: Kenapa Presiden dan UGM tak tampil bersama?

Pertanyaan itu datang dari analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensat, dalam siniar yang diunggah Kamis, 22 Mei 2025.

“Menurut saya, Pak Jokowi perlu tampil bareng UGM. Belum pernah kan selama ini kita lihat itu?” ujarnya.

UGM dan Presiden yang Terlalu Diam

UGM, kampus yang mengeluarkan ijazah Jokowi, dinilai terlalu senyap dalam membela alumninya yang kini sudah dua periode memimpin negara.

Hensat bahkan menyindir: harusnya ada ruang Jokowi atau patung Jokowi di kampus.

BACA JUGA:
Dinilai Berlebihan, Ultah Seskab Teddy Dianggap Tak Cerminkan Kondisi Rakyat

“Kalau memang bangga, kenapa tidak ditunjukkan? Kenapa tidak ada anugerah untuk ‘Lulusan Terbaik’ kepada Jokowi?” ucapnya.

Sindirannya bukan soal estetika, tapi soal legitimasi moral. Sebab, saat isu ijazah palsu menyeret nama presiden, yang paling bertanggung jawab untuk menjawab adalah kampus yang mengeluarkannya.

Ijazah Dinyatakan Asli, Tapi Tidak Ditunjukkan

Polri menyebut ijazah asli. Tapi bentuk fisiknya? Tidak diperlihatkan ke publik. Alasannya: “kepentingan hukum.”

Ini yang membuat skeptisisme tetap hidup. Bahkan makin liar. Apalagi ketika tokoh seperti Roy Suryo mengklaim skripsi Jokowi diunggah belakangan, dan data digital UGM sempat diubah.

Hensat: Ini Justru Menguntungkan Jokowi

Uniknya, Hensat menyebut isu ini malah menguntungkan Jokowi secara politik.

BACA JUGA:
Isu Pengambilalihan NasDem Mencuat, Bisnis Surya Paloh Disebut Jadi Pemicu

“Jokowi itu canggih. Isu-isu begini justru bikin dia tetap eksis. Tetap diomongin. Ini modal politik,” jelasnya.

Artinya, meski tak menjabat lagi sebagai presiden di 2024, nama Jokowi tetap relevan, apalagi di tengah tarik-menarik koalisi politik Prabowo-Gibran yang masih bergantung pada “restu” sang mantan presiden.

TERKAIT LAINNYA