KETIKKABAR.com – Pertemuan antara Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dengan Ketua Komisi IV DPRA, drh. Nurdiansyah Alasta, menjadi perbincangan hangat di kalangan kader Partai Demokrat Aceh menjelang Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Demokrat Aceh.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab tersebut turut dihadiri tokoh masyarakat Aceh, Ketua DPRA Abang Samalanga. Kebersamaan ketiga figur itu dinilai mencerminkan pentingnya komunikasi dan sinergi lintas elemen dalam membangun Aceh yang lebih maju dan harmonis.
Sejumlah kader Demokrat menilai pertemuan tersebut menunjukkan kemampuan Nurdiansyah Alasta dalam membangun komunikasi dengan berbagai tokoh strategis di Aceh. Kemampuan tersebut dianggap menjadi salah satu modal penting bagi kepemimpinan partai di tengah dinamika politik daerah yang terus berkembang.
Menurut sejumlah pengamat politik, Aceh saat ini membutuhkan figur yang tidak hanya memahami dinamika internal partai, tetapi juga mampu menjalin hubungan baik dengan berbagai kekuatan politik, tokoh masyarakat, ulama, dan seluruh elemen pembangunan daerah.
Nurdiansyah Alasta selama ini dikenal aktif membangun komunikasi dengan berbagai kalangan. Selain berkiprah sebagai Ketua Komisi IV DPRA, ia juga dinilai konsisten memperjuangkan berbagai program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat Aceh.
Di tengah proses Musda Demokrat Aceh yang semakin dekat, pertemuan tersebut dipandang sebagai pesan penting bahwa politik Aceh perlu dibangun melalui dialog, kolaborasi, dan kesamaan visi untuk memperjuangkan kepentingan rakyat.
Bagi banyak kader Demokrat, komunikasi yang baik dengan berbagai figur berpengaruh di Aceh merupakan nilai tambah yang dapat memperkuat posisi partai dalam mengawal pembangunan daerah sekaligus menjawab harapan masyarakat akan politik yang sejuk, produktif, dan berorientasi pada kemajuan Aceh. []











