KETIKKABAR.com, Jakarta — Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), membeberkan alasannya tidak pernah memperlihatkan dokumen fisik ijazah S1 miliknya secara langsung kepada Roy Suryo di luar forum resmi pengadilan.
Jokowi menegaskan, pihak yang melemparkan tuduhan sudah sepatutnya bertanggung jawab membuktikan tuduhannya secara hukum, bukan malah menuntut dirinya untuk terus-menerus memamerkan lembaran ijazah fisik.
Penegasan tersebut disampaikan Jokowi saat merespons cecaran pertanyaan dari kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, dalam sidang lanjutan perkara dugaan fitnah dan tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (5/11/2026).
“Apakah Saksi pernah menunjukkan ijazah analog, fisik, kepada terdakwa dan memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk membuktikan bahwa ijazah tersebut asli atau palsu?” tanya Refly.
“Tidak, Yang Mulia. Karena dimulai dari tuduhan. Mestinya, yang menuduh itu yang membuktikan,” jawab Jokowi di hadapan majelis hakim.
Keberatan Diuji Ulang dan Tak Sudi Ijazah Ditenteng-Tenteng
Dalam alur persidangan tersebut, Jokowi turut dimintai konfirmasi mengenai kesediaannya bilamana ijazah fisik yang telah dibawanya ke persidangan kembali diserahkan untuk diuji di laboratorium forensik independent.
Namun, Jokowi secara tegas menyatakan keberatan atas opsi tersebut. Ia beralasan bahwa dokumen keabsahan kelulusannya dari Universitas Gadjah Mada (UGM) itu sudah pernah melalui pengujian resmi di Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.
“Saya keberatan, Yang Mulia. Karena ijazah saya sudah diuji di Labfor, Lab Forensik milik Polri,” ujar Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan bahwa dokumen ijazah merupakan bagian dari hak privasi serta privilese personal dirinya yang wajib dijaga kerahasiaan dan fisiknya.
“Ini adalah, sekarang ini ijazah itu adalah dokumen pribadi saya. Jadi, saya merasa keberatan kalau ijazah itu ditenteng-tenteng ke mana-mana,” jelasnya.
Selain itu, kubu terdakwa sempat mempertanyakan perihal tingkat kesesuaian antara ijazah fisik milik Jokowi dengan unggahan file digital ijazah yang sempat viral diunggah oleh akun media sosial X milik Dian Sandi.
Mengenai hal itu, Jokowi mengaku tidak memantau atau mengamati unggahan di media sosial tersebut secara rinci.
“Saya tidak meneliti sampai sedetail itu, Yang Mulia,” ucapnya. []











