Politik

Peta Politik Pilpres 2029: Pengamat Nilai Peluang Gibran hingga Skenario Anies Dampingi Anak Jokowi

KETIKKABAR.com — Kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 diprediksi bakal menghadirkan konstelasi kandidat yang jauh lebih beragam dibandingkan pemilu sebelumnya.

Sejumlah figur mulai dari petahana, ketua umum partai politik, hingga tokoh-tokoh dari PDI Perjuangan diperkirakan masuk dalam bursa pencalonan.

Pengamat politik sekaligus Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio (Hensa), menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berpotensi menjadi salah satu kandidat terkuat jika Presiden Prabowo Subianto kembali maju pada 2029 mendatang. Kendati demikian, bursa capres dipastikan tidak akan hanya diisi oleh satu poros saja.

“Calon-calonnya banyak. Dan 2029 ini kayaknya enggak cuma Prabowo-Gibran lagi. Mas Gibran sendiri ya calon presiden terkuat, menurut saya, selain Prabowo. Belum lagi ketua-ketua partai yang lain. PDI-P juga tidak pernah kekurangan kader. Ada Mas Ganjar, Mbak Puan, dan yang paling kuat kan Mas Pramono. Dan bisa jadi 2029 adalah Megawati Soekarnoputri ‘The Last Dance’,” kata Hensa, Selasa (8/9/2026).

Selain nama-nama dari lingkaran koalisi pemerintah dan partai besar, Hensa turut memperhitungkan posisi politik Anies Baswedan.

Menurutnya, basis massa yang dimiliki Anies sebagai mantan calon presiden pada Pilpres 2024 serta mantan Gubernur DKI Jakarta membuat figur tersebut sulit diabaikan dalam kalkulasi para elite politik.

“Yang paling santer kan gerakan rakyat yang mengusung Anies Baswedan. Nah, ini tinggal dilihat gerakan rakyat itu lolos verifikasi atau tidak. Tapi kalau buat Mas Anies, pasti dia masuk dalam kalkulasi banyak politisi. Kenapa? Apa pun itu, politisi kan pasti mencari: punya basis massa atau tidak. Sebagai mantan calon presiden di 2024 lalu, pasti Anies punya basis massa. Dia akan dipakai atau tidak, itu yang dilihat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wacana Duet Anies–Ahok di Pilpres 2029: Dinilai Jadi Kekuatan Besar

Lebih lanjut, Hensa bahkan menilai nama Anies dapat saja masuk ke dalam radar perhitungan politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Ia memandang Jokowi sebagai seorang strategis yang jarang hanya mengandalkan satu skenario tunggal dalam menghadapi dinamika politik.

Oleh karena itu, dalam politik pasca Gibran menjabat sebagai wakil presiden, Hensa melihat segala kemungkinan konfigurasi masih sangat terbuka, termasuk skenario memasangkan Anies sebagai pendamping Gibran jika kelak maju di Pilpres 2029.

“Saya rasa juga Jokowi itu kan selalu punya banyak rencana. Enggak pernah dia punya satu rencana. Setelah itu mungkin bisa yang lain. Dia bisa lewat PSI. Mungkin dia juga bisa hitung Anies Baswedan sebagai salah satu kandidat mendampingi anaknya. Jadi, di politik itu, terutama setelah Mas Gibran jadi wapres, sulit kita mengatakan tidak mungkin,” tuturnya.

Meski berbagai spekulasi mulai bermunculan, Hensa mengingatkan bahwa konstelasi menuju Pilpres 2029 masih sangat cair dan dinamis.

BACA JUGA:  Wacana Duet Anies–Ahok di Pilpres 2029: Dinilai Jadi Kekuatan Besar

Komunikasi politik antarpartai serta perubahan kepentingan dinilai masih akan terus bergeser seiring berjalannya waktu.

Ia juga menempatkan rekam jejak Jokowi sebagai faktor yang tetap diperhitungkan dalam peta politik nasional, mengingat pengaruh dan kecermatan membaca momentum yang dimiliki sang mantan presiden masih menjadi daya tarik bagi berbagai kekuatan politik.

“Jokowi itu orang yang sangat cerdas di politik. Dia paham strategi politik, dia paham momentum politik. Itu kelebihan seorang Jokowi. Kalau di sepak bola, orang hebat kan pernah kalah juga. Tapi saya setuju kalau Jokowi itu ‘the special one’. Dia sampai hari ini orang masih ngedeketin kok, masih jalan kok. Canggih lah dia,” pungkasnya.[]

TERKAIT LAINNYA