KETIKKABAR.com — Tindakan Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya yang menggeser mikrofon utama di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah rapat resmi pemerintahan menuai sorotan publik.
Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu turut memberikan kritik tajam terkait insiden tersebut.
Peristiwa itu terjadi ketika Presiden Prabowo tengah menyampaikan arahan penting mengenai mitigasi bencana, termasuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Yang perlu diperhatikan kebakaran dekat IKN. Kita harus kerahkan kekuatan lebih, jangan sampai kebakaran itu sampai ke zona inti,” ujar Prabowo.
Menanggapi kejadian tersebut, Said Didu menilai gestur itu sebagai bentuk kecerobohan yang dapat merugikan pihak istana, bahkan menyebutnya sebagai indikasi upaya pembusukan terhadap kepala negara.
“Inilah contoh “gol bunuh diri” yang sering dilakukan oleh pihak istana. Atau memang terjadi pembusukan di istana kepada Presiden @prabowo?” tulis Said Didu melalui akun X pribadinya, dikutip Selasa (8/9).
Ia menambahkan, insiden semacam itu seharusnya tidak terjadi dalam protokoler kenegaraan. Jika bukan disengaja untuk melemahkan, kejadian tersebut semestinya bisa dihindari atau disunting sebelum terekspos ke publik.
“Betapa berkuasanya Seskab di negeri ini,” imbuhnya.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, saat Presiden Prabowo menyinggung persoalan karhutla, Teddy yang duduk di sampingnya tampak memindahkan mikrofon menjauh dari jangkauan bicara presiden sembari membisikkan sesuatu.
Berdasarkan narasi video yang beredar, tindakan tersebut dilakukan untuk menyampaikan informasi mendesak terkait situasi darurat lain, yakni perkembangan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mendengar bisikan tersebut, Presiden Prabowo terlihat mengangguk-anggukkan kepala sebelum melanjutkan agenda rapat.[]










