Nasional

Erupsi Kembali Guncang Anak Krakatau, Badan Geologi Sebut Potensi Letusan Masih Tinggi

KETIKKABAR.com — Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Selasa (8/9/2026) pagi. Berdasarkan catatan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), aktivitas vulkanik tersebut terjadi pukul 05.34 WIB.

“Tinggi kolom erupsi tidak teramati,” tulis Badan Geologi dalam keterangan resminya. Erupsi itu terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 44 milimeter serta durasi 10 detik.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa kemunculan kembali tipe erupsi Strombolian untuk sementara ini diinterpretasikan sebagai tanda berakhirnya rangkaian episode erupsi menerus yang telah berlangsung cukup panjang.

“Kembalinya erupsi strombolian sebagai karakteristik erupsi Gunungapi Anak Krakatau, untuk sementara ini diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang. Meskipun demikian, perkembangan dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau dan dievaluasi,” ujar Lana melalui laporan evaluasi perkembangan aktivitas gunung, Selasa (8/9/2026).

Kendati fase erupsi menerus dinilai sudah berakhir, Badan Geologi menegaskan bahwa tingkat kerawanan di kawasan tersebut belum surut sepenuhnya.

BACA JUGA:  Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Keterlibatan Ormas dalam Kericuhan Demo DPR, Minta Publik Waspadai Hoaks

“Probabilitas untuk terjadi letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya adalah masih tinggi,” tegas Lana.

Menanggapi dinamika aktivitas vulkanik tersebut, Badan Geologi memperingatkan potensi ancaman bahaya berupa lontaran batu pijar serta hujan abu lebat di sekitar kawasan.

Selain itu, potensi aliran lava tetap dapat muncul seandainya erupsi menerus kembali terjadi sewaktu-waktu.

Masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan diinstruksikan untuk tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah atau pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Masyarakat yang terdampak abu vulkanik juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan,” imbaunya.

Berdasarkan hasil evaluasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga 8 September 2026, aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau terp masih cukup aktif.

BACA JUGA:  Aktivitas Vulkanik Meningkat, Gunung Anak Krakatau Rekam 100 Kali Gempa Hybrid

Selama periode 7 hingga 8 September 2026, instrumen pemantauan mencatat rincian kegempaan sebagai berikut:

  • 2 kali gempa erupsi
  • 4 kali gempa hembusan
  • 76 kali gempa low frequency
  • 100 kali gempa hybrid atau fase banyak
  • 8 kali gempa vulkanik dangkal
  • 9 kali gempa vulkanik dalam

Deretan data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih memerlukan pengawasan serta pemantauan ketat secara berkala.[]

TERKAIT LAINNYA