KETIKKABAR.com – Ketegangan di kawasan Teluk Persia kian memuncak setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat.
Peringatan ini muncul menyusul serangan militer yang dilancarkan Washington terhadap sejumlah target di sekitar Selat Hormuz pada Rabu (10/6/2026).
Melalui unggahan di media sosial X, Araghchi menegaskan agar militer AS segera angkat kaki dari kawasan tersebut demi keselamatan personel mereka. Ia juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan membiarkan agresi tersebut tanpa balasan.
“Tinggalkan wilayah kami jika Anda ingin selamat. Meski kalah di medan perang, AS memilih untuk menguji tekad kami. Angkatan bersenjata kami yang kuat tidak akan membiarkan serangan atau ancaman apa pun tanpa balasan,” tulis Araghchi dalam pernyataan resminya.
Pemicu Konflik Operasi militer AS ini dikonfirmasi oleh Komando Pusat AS (Centcom) yang menyatakan telah menyerang beberapa lokasi di sepanjang Teluk Persia pada Rabu dini hari.
Langkah ini diambil setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Iran menembak jatuh helikopter AG-64 Apache milik AS yang sedang melakukan patroli di dekat Selat Hormuz.
Trump sebelumnya menyatakan akan memberikan respons tegas atas insiden tersebut.
Versi Berbeda Teheran Di sisi lain, terdapat perbedaan klaim yang signifikan mengenai dampak serangan tersebut.
Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa serangan AS tidak mengenai sasaran militer yang dituju, melainkan menghantam dua waduk air.
Akibatnya, pasokan air untuk Distrik Bamani di dekat Kota Sirik dilaporkan terputus.
Hingga saat ini, insiden ini semakin memperkeruh hubungan antara Teheran dan Washington yang terus memburuk dalam beberapa pekan terakhir. Pernyataan keras Araghchi menjadi indikasi bahwa Iran tetap pada pendiriannya untuk tidak mundur di bawah tekanan militer AS.
Situasi di Teluk Persia kini menjadi perhatian dunia, mengingat kawasan tersebut merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi global.
Ancaman balasan dari Teheran meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.[]











