InternasionalNews

Militer Israel Selidiki Perusakan Patung Yesus oleh Tentaranya di Lebanon Selatan

KETIKKABAR.comMiliter Israel (IDF) melakukan penyelidikan terhadap aksi salah satu personelnya yang tertangkap kamera sedang menghancurkan patung Yesus Kristus menggunakan palu di pinggiran kota Dibil, Lebanon Selatan.

Pernyataan resmi mengenai investigasi atas foto yang viral di media sosial tersebut dikeluarkan oleh pihak militer pada Ahad (19/04/2026).

Insiden ini pertama kali mencuat setelah reporter Palestina, Younis Tirawi, mengunggah foto tersebut di platform X.

Lokasi kejadian dikonfirmasi oleh halaman komunitas lokal berada di Dibil, sebuah kotamadya Kristen di Distrik Bint Jbeil yang terletak di dekat perbatasan Israel.

Merespons kejadian itu, halaman resmi kota Dibil membagikan foto patung yang rusak dengan menyertakan kutipan Alkitab: “Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.”

BACA JUGA:
Final Piala AFF Futsal 2026: Timnas Indonesia vs Thailand, Misi Balas Dendam Gajah Perang

Dalam pernyataan resminya, IDF mengonfirmasi keaslian gambar tersebut dan menyatakan bahwa tindakan prajurit itu tidak mencerminkan nilai-nilai militer mereka.

Pihak militer juga menegaskan bahwa mereka sedang berupaya membantu masyarakat dalam memulihkan patung tersebut.

“Insiden tersebut sedang diselidiki oleh Komando Utara dan saat ini sedang ditangani melalui jalur komando. Tindakan yang sesuai akan diambil terhadap mereka yang terlibat sesuai dengan temuan,” tulis pernyataan militer Israel.

Pihak IDF menambahkan bahwa mereka “tidak memiliki niat untuk merusak infrastruktur sipil, termasuk bangunan atau simbol keagamaan.”

Gambar tersebut memicu kecaman luas di ranah digital, termasuk dari sejumlah politisi Amerika Serikat.

Mantan anggota Kongres dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene, mengkritik keras kejadian tersebut melalui unggahannya.

BACA JUGA:
Selat Malaka Memanas, Asintel Panglima TNI Kumpulkan Aparat Intelijen di Batam!

Selain itu, mantan anggota parlemen AS, Matt Gaetz, turut mendeskripsikan tindakan dalam foto tersebut sebagai sesuatu yang “mengerikan.”

Peristiwa ini menambah daftar panjang kekhawatiran internasional terkait perlindungan situs-situs keagamaan di tengah konflik.

Sebelumnya, Israel tercatat pernah menyerang beberapa situs Kristen dalam kampanyenya, termasuk pengeboman gedung dekat Gereja Ortodoks Yunani Santo Porphyrius di Gaza pada 2023 yang menewaskan 18 orang.

Selain itu, pada 2025, pecahan peluru tank dilaporkan merusak Gereja Keluarga Kudus di Gaza dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia. []

TERKAIT LAINNYA