Internasional

Trump Ancam Ambil Paksa Uranium Iran dan Buka Peluang Serangan Udara Baru

KETIKKABAR.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan bahwa pihaknya akan mengambil kembali “debu nuklir” atau uranium milik Iran secara paksa jika kesepakatan antar-kedua negara tidak tercapai.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di tengah masa gencatan senjata yang akan berakhir pada Rabu pekan depan.

Presiden Trump menegaskan bahwa AS berkomitmen untuk mengamankan material nuklir tersebut, bahkan membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer dan ekskavator untuk membawanya ke Amerika Serikat.

Ia menekankan bahwa jika negosiasi gagal, AS tidak akan ragu menggunakan cara yang lebih keras.

“Kita akan masuk bersama Iran, dan kita akan mengambilnya (uranium) bersama-sama, dan kita akan membawanya kembali ke AS,” kata Trump seperti dikutip Anadolu Agency.

Ia menambahkan, “Jika kita tidak melakukan itu, kita akan mendapatkannya dalam bentuk yang berbeda, bentuk yang jauh lebih tidak ramah.”

Terkait kelanjutan gencatan senjata, Trump memberikan sinyal kuat bahwa dirinya mungkin tidak akan memperpanjang masa damai tersebut.

BACA JUGA:
Gencatan Senjata Berlaku, Nasib Netanyahu Terancam: Sidang Korupsi Dilanjutkan Pekan Ini!

Ia menyatakan bahwa blokade akan tetap dipertahankan dan serangan udara berpotensi dilakukan kembali jika kesepakatan buntu.

“Mungkin, saya tidak akan memperpanjangnya, namun blokade akan tetap ada. Tetapi mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, jadi Anda memiliki blokade, dan sayangnya, kita harus mulai menjatuhkan bom lagi,” ujar Trump.

Selain isu nuklir, Trump juga menolak keras wacana Iran yang akan memberlakukan tarif tol bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Ia menegaskan bahwa pembatasan tersebut tidak akan pernah terjadi. “Pembatasannya adalah Anda tidak dapat memberlakukan pungutan tol. Tidak akan ada pungutan tol,” imbuhnya.

Menanggapi ancaman tersebut, Pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan penolakan keras terhadap wacana transfer uranium ke pihak mana pun.

BACA JUGA:
Siswi 9 Tahun Tewas Ditembak di Kelas Tenda Gaza

Teheran menegaskan bahwa kedaulatan atas material nuklir mereka tidak dapat diganggu gugat.

“Uranium yang diperkaya Iran tidak akan ditransfer ke mana pun. Mentransfer uranium ke AS bukanlah pilihan bagi kami,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.

Ketegangan ini memuncak di saat kawasan Timur Tengah sedang berada dalam periode gencatan senjata yang rapuh.

Sementara Israel dan Lebanon baru memulai gencatan senjata 10 hari sejak Kamis (16/4/2026), masa jeda antara AS dan Iran justru mendekati ambang batas akhir tanpa kepastian solusi diplomatik.[]

TERKAIT LAINNYA