KETIKKABAR.com – Tragedi kemanusiaan melanda negara bagian Yobe, Nigeria, setelah serangan udara jet tempur militer yang sedianya menargetkan kelompok militan justru menghantam pasar desa.
Sedikitnya 200 warga sipil dilaporkan tewas dalam insiden mematikan yang terjadi di wilayah perbatasan Yobe-Borno tersebut.
Mengutip laporan Reuters, Senin, 13 April 2026, Angkatan Udara Nigeria mengonfirmasi adanya operasi militer yang menargetkan basis Boko Haram di wilayah Jilli, negara bagian Borno.
Namun, dalam pernyataan resminya, pihak militer sama sekali tidak menyinggung soal adanya serangan salah sasaran terhadap warga sipil.
Kesaksian Korban di Pasar Jilli
Wilayah perbatasan Yobe-Borno selama ini memang dikenal sebagai episentrum konflik antara militer Nigeria dan kelompok ekstremis.
Serangan kali ini disebut sebagai salah satu yang paling berdarah dalam beberapa tahun terakhir karena terjadi di tengah keramaian aktivitas ekonomi warga.
Lawan Zanna Nur Geidam, anggota dewan sekaligus kepala tradisional wilayah Fuchimeram di distrik Geidam, mengonfirmasi jumlah korban jiwa yang sangat besar akibat gempuran dari udara tersebut.
“Ini adalah insiden yang sangat menghancurkan di Pasar Jilli. Saat saya berbicara dengan Anda, lebih dari 200 orang telah kehilangan nyawa akibat serangan udara di pasar tersebut,” ujar Lawan Zanna dalam wawancara telepon.
Kecaman dan Akurasi Operasi Militer
Kesaksian senada juga datang dari sejumlah lembaga kemanusiaan internasional yang berada di lokasi.
Mereka menyebut mayoritas korban adalah pedagang dan pengunjung pasar yang tengah melakukan transaksi jual-beli saat jet tempur melepaskan bom.
Hingga berita ini diturunkan, insiden tersebut memicu gelombang kecaman terkait akurasi intelijen dan prosedur operasi udara militer Nigeria di kawasan pemukiman.
Belum ada penjelasan lebih lanjut dari pusat komando militer terkait investigasi internal atas jatuhnya ratusan korban sipil di Pasar Jilli tersebut.[]











