Internasional

Iran Ancam Serang Jantung Tel Aviv Jika AS Lancarkan Operasi Militer

KETIKKABAR.comIran mengancam akan menyerang situs-situs sensitif Israel, termasuk jantung kota Tel Aviv, jika Amerika Serikat melancarkan serangan militer.

Para pejabat Iran menegaskan pembalasan yang diberikan akan berskala besar dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Ancaman tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Shamkhani melalui unggahan di platform X dalam bahasa Persia dan Ibrani. Ia menegaskan setiap aksi militer AS akan dianggap sebagai awal perang.

“Serangan terbatas [AS] adalah ilusi. Setiap tindakan militer oleh Amerika, dalam bentuk apa pun dan pada tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal perang, dan tanggapannya akan segera, komprehensif, dan belum pernah terjadi sebelumnya, ditujukan kepada agresor, kepada jantung Tel Aviv, dan kepada semua yang mendukung agresor,” tulis Shamkhani.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyampaikan peringatan keras terhadap kemungkinan operasi militer AS. Namun, ia tetap membuka peluang tercapainya kesepakatan baru terkait program nuklir Iran.

“Angkatan Bersenjata kami yang gagah berani siap—dengan jari-jari mereka di pelatuk—akan segera dan dengan kuat menanggapi setiap agresi terhadap tanah, udara, dan laut kami tercinta,” tulis Araghchi di X, dikutip dari Times of Israel, Kamis (29/1/2026).

“Pada saat yang sama, Iran selalu menyambut kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, adil dan merata—dengan kedudukan yang sama, dan bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi—yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai, dan menjamin tidak ada senjata nuklir,” paparnya.

BACA JUGA:
Perundingan Islamabad Berakhir Buntu, Delegasi Iran dan AS Tinggalkan Pakistan

Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam Teheran dengan serangan yang lebih buruk dibandingkan pengeboman tiga fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu. Ancaman itu disampaikan Trump melalui unggahan di Truth Social.

Dalam unggahan tersebut, Trump menyebut “armada besar” AS sedang bergerak mendekati Iran. Ia menegaskan kekuatan militer tersebut siap menjalankan misi.

“Mereka siap untuk memenuhi misinya dengan cepat dan keras,” tulis Trump.

Trump mendesak Iran segera menyepakati masa depan program nuklirnya dengan Washington. Ia memperingatkan konsekuensi berat jika Teheran menolak bernegosiasi.

“Atau serangan berikutnya akan jauh lebih buruk,” lanjut Trump.

Menanggapi ancaman tersebut, misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan Teheran tetap terbuka pada dialog. Namun Iran menegaskan tidak akan ragu membela diri jika dipaksa.

“Iran siap untuk dialog berdasarkan rasa hormat dan kepentingan bersama—TETAPI JIKA DIPAKSA, IA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPONS SEPERTI BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!” tulis pernyataan misi Iran di X.

BACA JUGA:
Trump Tabuh Genderang Perang! Perintah Blokade Selat Hormuz: Hancurkan Siapa Pun yang Melawan!

Dalam pernyataan terbarunya, Trump tidak menyinggung langsung penindakan mematikan terhadap protes anti-pemerintah di Iran bulan ini. Namun ia kembali menegaskan tuntutan agar Iran bernegosiasi soal program nuklirnya.

Trump juga belum menutup kemungkinan serangan militer di tengah gelombang protes yang memuncak pada 8 dan 9 Januari lalu. Iran mengakui korban tewas dalam protes tersebut mencapai ribuan orang.

Saat ini, kelompok tempur Angkatan Laut AS yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln berada di perairan Timur Tengah. Armada tersebut disebut Trump sebagai bagian dari tekanan militer terhadap Iran.

“Semoga Iran segera ‘Datang ke Meja Perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata—TANPA SENJATA NUKLIR—kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting!” tulis Trump di Truth Social.

“Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi,” imbuh dia. []

Trump Ancam Serangan Militer ke Iran, Desak Segera Sepakati Perjanjian Nuklir

TERKAIT LAINNYA