Ekonomi

Bank Indonesia Jalankan Eksperimen Penerbitan Rupiah Digital

KETIKKABAR.com – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa bank sentral telah memulai eksperimen penerbitan rupiah digital, yang bertujuan menjadikan rupiah digital sebagai satu-satunya alat pembayaran digital yang sah di Indonesia.

Hal ini disampaikan Perry dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Gedung Grha Bhasvara Icchana, Kompleks Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, pada Jumat (28/11/2025).

“Eksperimen penerbitan rupiah digital sebagai satu-satunya alat pembayaran digital yang sah di Indonesia,” ujar Perry dalam sambutannya.

Akselerasi Sistem Pembayaran Digital BI

Langkah eksperimen penerbitan rupiah digital ini merupakan bagian dari akselerasi sistem pembayaran digital Bank Indonesia, yang sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.

BACA JUGA:
Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Signifikan Mulai Hari Ini

Melalui inisiatif ini, BI bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan inklusi keuangan di Indonesia, serta mempercepat transformasi digital dalam sistem pembayaran.

Selain mengembangkan rupiah digital, BI juga mendorong pengembangan infrastruktur BI Fast, yang merupakan sistem pembayaran real-time.

BI juga fokus pada modernisasi sistem Real-Time Gross Settlement (RTGS), konsolidasi industri dengan klasifikasi Perusahaan Sistem Pembayaran (PSP) utama dan nonutama, serta inovasi pada QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang telah digunakan oleh lebih dari 60 juta pengguna, sebagian besar dari kalangan UMKM.

Target dan Prospek Transaksi Pasar Uang dan Valuta Asing

Dalam kesempatan tersebut, Perry Warjiyo juga mengungkapkan proyeksi masa depan untuk pasar uang dan pasar valuta asing Indonesia.

BACA JUGA:
OJK Aceh Dorong TPAKD Susun Program Berbasis Data untuk Perluas Akses Keuangan

BI menargetkan transaksi nilai pasar uang akan meningkat menjadi Rp 81 triliun per hari pada tahun 2030. Sementara itu, pasar valuta asing Indonesia diharapkan dapat mencapai US$ 18 miliar per hari pada tahun yang sama.

“Dengan sasaran transaksi pasar uang naik ke Rp 81 triliun per hari pada 2030, transaksi pasar valuta asing meningkat US$ 18 miliar per hari pada 2030,” kata Perry.[]

Ketika Dapur Jadi Garda Depan Kendalikan Inflasi: BI Aceh Gelar Cooking Class Bersama DWP USK

TERKAIT LAINNYA