Hukum

Kasus Anggota Densus 88 Diduga Dianiaya, IPW Desak Pengusutan Tuntas

KETIKKABAR.com – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menyoroti dugaan penculikan dan penganiayaan terhadap anggota Densus 88, Briptu F.

Sugeng mendesak agar kasus ini diusut tuntas, mengingat adanya indikasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk makelar kasus.

Menurut informasi yang diterima IPW, Briptu F awalnya sedang membuntuti seorang pengusaha bernama Ferry Hongkiriwang (FYH) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Namun, ia ketahuan dan kemudian ditangkap oleh anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Briptu F disebut sempat disekap selama beberapa hari.

Dugaan ini mengaitkan nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, yang disebut terlibat.

Setelah dibebaskan, Briptu F melaporkan kejadian yang menimpanya.

“Adanya kasus penganiayaan dan penculikan yang terkait dengan saudara FYH yang dikuntit oleh Densus dan kemudian (anggota) Densusnya ditangkap oleh anggota BAIS atas permintaan FYH yang diduga didukung oleh Jampidsus ini kan tidak dibantah, laporan polisi itu ada,” kata Sugeng.

BACA JUGA:
KPK Ungkap Modus TPPU: Uang Korupsi Mengalir ke Rekening Keluarga hingga Wanita Simpanan

Sugeng menegaskan bahwa kasus ini harus diselidiki secara mendalam. Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diperoleh IPW, hasil pemeriksaan FYH telah mengungkap dugaan praktik makelar kasus. “Makelar kasus ini harus didalami,” ujarnya.

Plt Kasi Penkum Kejati DKI Jakarta, Rans Fismy, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) terkait dugaan penganiayaan ini.

Pelapornya adalah Elis Aloisio dan terlapornya adalah Ferry Yanto. Namun, Rans Fismy tidak dapat memastikan apakah korban, Briptu F, benar anggota Densus 88.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait, termasuk Jampidsus Kejagung Febrie Adrianyah, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, dan pihak Hotel Borobudur.[]

BACA JUGA:
Pecandu Judi Online Kalap, Sepupu Tewas Ditebas dan Istri Kritis Akibat Uang Taruhan

Wacana Amnesti untuk Silfester Matutina Menuai Kontroversi

TERKAIT LAINNYA