KETIKKABAR.com – Presiden Prabowo Subianto dinilai berhasil mencegah instabilitas politik dalam negeri dengan mengeluarkan abolisi untuk Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) dan amnesti untuk Hasto Kristiyanto.
Analisis ini disampaikan oleh Yusak Farchan, Founder Citra Institute, yang menyebut langkah tersebut sebagai “langkah cerdas.”
Menurut Yusak, penggunaan hak prerogatif Presiden ini bertujuan untuk mencegah dampak dari “dendam” mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Ia berpendapat, Tom Lembong dan Hasto telah menjadi pihak yang berseberangan dengan Jokowi setelah mengungkap sejumlah persoalan selama kepemimpinan ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu.
“Kalau Prabowo diam, kemarahan pendukung Anies dan PDIP bisa memicu terjadinya instabilitas politik yang merugikan Prabowo,” ujar Yusak kepada RMOL, Senin (4/8/2025).
Yusak menilai, langkah Prabowo memberikan abolisi dan amnesti secara tidak langsung juga mengarah pada terungkapnya kebobrokan kepemimpinan Jokowi.
“Pemberian abolisi dan amnesti kepada Lembong dan Hasto jelas menjadi tamparan keras bagi Jokowi,” katanya.
Lebih lanjut, Yusak melihat kebijakan ini juga merupakan upaya Prabowo untuk mematahkan cara berpolitik kolaboratif tanpa memandang keberpihakan.
“Pemberian abolisi dan amnesti merupakan itikad baik Prabowo untuk melakukan rekonsiliasi nasional besar-besaran pasca-pemilu,” jelas Yusak.
Dari kacamata politik, langkah ini juga dinilai sebagai upaya Prabowo untuk mengkonsolidasikan semua kekuatan politik yang ada demi mendukung pemerintahannya.[]
Tom Lembong Resmi Laporkan Tiga Hakim Pengadilan Tipikor ke MA




















