Politik

Dokter Tifa: Agenda Politik Besar Sudah Terjadi Sejak 2014

KETIKKABAR.com – Pegiat media sosial sekaligus dokter lulusan luar negeri, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa, buka suara menanggapi pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), soal adanya agenda politik besar di balik polemik ijazah palsu dan usulan pemakzulan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Dokter Tifa, justru agenda besar politik itu sudah berjalan sejak satu dekade terakhir, dimulai sejak Pilpres 2014 lalu.

“Agenda besar itu sudah terjadi sejak 2014. Termasuk wafatnya lebih dari 800 petugas KPPS Pemilu 2019, pemenjaraan ratusan aktivis, termasuk Bambang Tri dan Gus Nur, hingga kasus KM 50 dan tragedi Kanjuruhan,” tulis Dokter Tifa lewat akun X pribadinya, dikutip Selasa (15/7/2025).

BACA JUGA:
Prabowo Disarankan Reshuffle Total: Rakyat Sudah Bosan Menelan Kekecewaan!

Baca juga: Jokowi Sebut Ada Agenda Politik Besar di Balik Isu Ijazah Palsu dan Pemakzulan Gibran

Tak hanya itu, ia juga menyoroti berbagai peristiwa lain yang menurutnya merupakan bagian dari “agenda politik besar”, seperti:

  • Dugaan korupsi dalam proyek-proyek besar seperti Tol MBZ, IKN, hingga Rempang dan reklamasi,

  • Isu utang negara yang menembus Rp8.000 triliun,

  • Proyek mobil Esemka yang tak kunjung terbukti,

  • Hingga yang paling mutakhir, polemik ijazah Jokowi dan rekayasa hukum di Mahkamah Konstitusi untuk meloloskan Gibran sebagai cawapres.

“Kebohongan 6.000 pesanan Esemka, korupsi Tol MBZ, IKN, Rempang, reklamasi, utang Rp8.000 triliun. Daftarnya panjang sekali,” ujar Tifa.

Ia juga menyebut kebakaran Pasar Pramuka Pojok sebagai bagian dari peristiwa yang penuh tanda tanya.

BACA JUGA:
Garuda Institute Desak Aparat Usut Dugaan Kudeta Terhadap Presiden Prabowo

Lebih lanjut, Dokter Tifa menilai saat ini justru berbagai elemen bangsa mulai bergerak membongkar seluruh agenda politik besar tersebut.

“Ilmuwan, akademisi, ulama, aktivis, politikus, alumni, relawan—semua mulai bangkit untuk menegakkan kebenaran,” tegasnya.

Ia pun menutup pernyataannya dengan sindiran tajam:

“Jadi siap-siap saja, gejala autoimun akan timbul-hilang-timbul-hilang terus,” pungkasnya. []

TERKAIT LAINNYA