KETIKKABAR.com – Misteri kematian Brigadir Nurhadi di Vila Gili Trawangan, NTB, perlahan mulai terkuak. Pengakuan mengejutkan datang dari salah satu tersangka, Misri Puspita Sari, yang disampaikan melalui pengacaranya, Yan Mangandar Putra.
Dalam pernyataan yang disampaikan di kanal YouTube Tribun Lombok, Yan membeberkan detik-detik terakhir Brigadir Nurhadi sebelum ditemukan tewas.
Salah satu momen paling mencolok adalah ketika Ipda Haris Chandra melakukan video call sambil memperlihatkan wajah Nurhadi yang sedang berendam di kolam villa.
“Sekitar pukul 18.20 sampai 19.55, Haris dua kali kembali ke villa. Saat pertama datang, dia video call seseorang sambil menunjukkan wajah Brigadir Nurhadi yang saat itu sedang berendam,” ungkap Yan, Senin (14/7/2025).
Kedatangan ketiga Ipda Haris ke vila disebut hanya sampai di teras, namun dengan gestur mencurigakan celingak-celinguk mengamati isi villa.
Di tengah suasana santai pesta di villa tersebut, Kompol I Made Yogi Purusa Utama tertidur di kamar karena pengaruh obat atau narkoba yang mereka konsumsi bersama.
Saat itu, Misri duduk di pinggir kolam dan sempat merekam video Nurhadi yang berendam, lalu mengirimnya ke teman-temannya sambil menyebut video itu “lucu”.
Setelah merekam, Misri masuk ke kamar untuk mandi. Ia mengaku tidak mendengar apapun selama lebih dari 20 menit berada di dalam kamar mandi, termasuk saat merias diri setelah mandi. Sebelum itu, ia juga sempat membangunkan Kompol Yogi yang masih tertidur.
“Butuh waktu sampai 15 menit untuk membangunkan Yogi. Setelah bangun, dia langsung main HP,” jelas Yan.
Baca juga: Tangis Ibu Misri Puspita: “Jangan Jadikan Anak Saya Tumbal”
Temuan baru dari tim forensik Universitas Mataram memperkuat dugaan bahwa Brigadir Nurhadi tidak meninggal karena tenggelam, melainkan akibat kekerasan fisik.
Dr. Arfi Syamsun, ahli forensik yang memimpin proses ekshumasi dan autopsi, menyatakan penyebab kematian korban adalah pencekikan yang mengakibatkan patah tulang lidah.
“Patah tulang lidah dalam lebih dari 80 persen kasus menunjukkan adanya kekerasan pada area leher, umumnya akibat cekikan,” jelas Arfi.
Selain itu, tubuh korban juga ditemukan dalam kondisi mengenaskan: luka lecet, memar, dan robek di berbagai bagian tubuh seperti kepala, tengkuk, punggung, hingga kaki kiri.
Hingga kini, polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus kematian Brigadir Nurhadi:
Ipda Haris Chandra
Kompol I Made Yogi Purusa Utama
Misri Puspita Sari
Namun, penyidik belum memastikan siapa aktor intelektual dalam kasus ini. Apakah kematian Nurhadi memang murni akibat kelalaian saat pesta? Atau ada skenario lebih gelap yang sedang ditutup-tutupi?
“Masih belum jelas siapa dalang utama,” ujar sumber penyidik yang enggan disebutkan namanya. []




















