Internasional

Unggahan Kerang James Comey Picu Penyelidikan Secret Service

KETIKKABAR.com – Mantan Direktur FBI James Comey kembali menjadi sorotan setelah unggahan di media sosial miliknya memicu kontroversi dan penyelidikan oleh otoritas keamanan Amerika Serikat.

Sebuah foto sederhana yang menampilkan susunan kerang laut di pantai kini ditafsirkan sebagai pesan terselubung yang mengancam Presiden Donald Trump.

Foto yang diunggah Comey di Instagram menunjukkan formasi angka “8647” yang disusun dari kerang-kerang laut. Meski sekilas tampak tak berbahaya, sejumlah pendukung Trump khususnya dari kalangan MAGA (Make America Great Again) menilai angka tersebut sebagai kode bernuansa kekerasan.

Dalam slang Amerika, “86” kerap diartikan sebagai “menyingkirkan” atau “membunuh”, sementara “47” merujuk pada Trump yang berpeluang menjadi Presiden ke-47 AS. Comey menyertakan keterangan singkat pada unggahan itu: “Formasi kerang yang keren saat saya berjalan-jalan di pantai.” Unggahan tersebut kini telah dihapus.

BACA JUGA:
Konflik Iran-AS Merembet ke Piala Dunia: AS Lobi FIFA Coret Iran dan Gantikan dengan Italia di Piala Dunia 2026

Menanggapi kritik yang meluas, Comey membantah tudingan bahwa unggahannya bersifat mengancam.

“Saya tidak menyadari beberapa orang mengaitkan angka-angka tersebut dengan kekerasan. Itu tidak pernah terpikir oleh saya. Saya menentang kekerasan dalam bentuk apa pun, jadi saya menghapus unggahan itu,” ujarnya dalam pernyataan yang dikutip New Daily, Jumat, 16 Mei 2025.

Namun, klarifikasi Comey tak serta merta meredakan kekhawatiran. Secret Service menyatakan tengah menyelidiki unggahan tersebut sebagai bagian dari tugas mereka melindungi presiden.

“Secret Service menyelidiki dengan serius setiap hal yang berpotensi menjadi ancaman terhadap individu yang kami lindungi. Kami mengetahui postingan media sosial oleh mantan Direktur FBI dan sedang menanggapinya,” ujar juru bicara Anthony Guglielmi.

BACA JUGA:
Iran Ancam Balasan Lebih Keras ke AS dan Israel Jika Kedaulatan Diserang

Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem juga menegaskan bahwa pihaknya bersama Secret Service “akan menanggapi ancaman ini dengan tepat.”

Sementara itu, Direktur FBI saat ini, Kash Patel, mengonfirmasi lembaganya sedang berkoordinasi dengan Secret Service dan siap memberikan dukungan penuh.

Dari Gedung Putih, Wakil Kepala Staf Dan Scavino menyebut unggahan Comey sebagai “seruan untuk membunuh Presiden Trump.”

Comey dipecat oleh Trump pada Mei 2017 ketika sedang memimpin penyelidikan dugaan campur tangan Rusia dalam Pemilu 2016. Sejak itu, hubungan antara keduanya dikenal penuh ketegangan.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana simbol yang tampak sepele di media sosial bisa berkembang menjadi kontroversi politik dan hukum, terutama menjelang Pemilu Presiden 2024 yang semakin memanas.[]

TERKAIT LAINNYA