KETIKKABAR.com, Jakarta — Tokoh politik Amien Rais menyebut mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengalami “kematian politik” dan mengibaratkannya sebagai “zombie politik”.
Amien juga memprediksi Presiden Prabowo Subianto tidak akan kembali menggandeng Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Pernyataan itu disampaikan Amien melalui video berjudul “The Political Dead of Jokowi” yang diunggah di kanal YouTube Amien Rais Official, Kamis (22/10/2026). Ia menggunakan istilah tersebut sebagai metafora untuk menggambarkan anggapannya bahwa perjalanan politik Jokowi telah berakhir.
“Ini sebuah metafor yang berisi pesan bahwa karier Jokowi itu sudah berakhir. Mau berjuang dan bekerja keras kayak apapun, mau mati-matiian seperti yang dikatakan Jokowi ya boleh-boleh saja, tapi who cares?” kata Amien dalam video Youtube Amien Rais Official, Kamis (22/10/2026).
Amien juga menilai harapan agar Gibran mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden sudah tidak realistis. Ia kemudian melontarkan kritik terhadap Jokowi dan putranya tersebut.
“Mengharapkan Gibran mundur dari kursi wakil presiden sudah tidak mungkin, yang kita hadapi oknum yang serba setengah matang ya anaknya ya bapaknya,” ujarnya.
Amien Rais Prediksi Prabowo Tak Gandeng Gibran pada 2029
Amien menilai Pilpres 2029 akan menjadi titik akhir perjalanan politik Jokowi. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Prabowo tidak akan kembali memilih Gibran sebagai calon wakil presiden.
“Kalau pikiran Jokowi normal dan waras tahun 2029 adalah stasiun terakhir perjalanan politik Jokowi. Secara kategoris saya katakan tidak mungkin Prabowo masih akan menggandeng Gibran pada 2029 besok,” kata Amien.
Pernyataan tersebut merupakan prediksi Amien mengenai peta politik menuju Pilpres 2029. Dalam bahan yang tersedia, tidak ada pernyataan dari Prabowo maupun pihak terkait yang mengonfirmasi prediksi tersebut.
Amien juga meminta Jokowi menghentikan aktivitas politik yang, menurut penilaiannya, berpotensi mengganggu stabilitas nasional. Ia melontarkan tudingan terkait keberadaan buzzer dan dugaan upaya menggoyahkan stabilitas negara.
“Segera berhentilah mengacau keadaan, tidak usah lagi membiayai puluhan ribu ternak, buzzer, dan manusia-manusia aji mumpung yang jumlahnya memang seabrek-abrek. Dan berhentilah mengutak-atik cara-cara terkutuk untuk menggoyahkan stabilitas nasional,” ujarnya.
Singgung Polemik Ijazah Jokowi
Amien kemudian kembali mengibaratkan Jokowi sebagai zombie politik. Menurut dia, mantan presiden tersebut tidak lagi memiliki daya menakutkan bagi masyarakat. Ia juga menyinggung polemik keaslian ijazah Jokowi.
“Kini Jokowi bisa diibaratkan sudah jadi zombie politik, tetapi tidak menakutkan sama sekali, ya, malah boleh jadi menggelikan masyarakat ada manusia sudah jadi presiden 10 tahun belum puas padahal ijazahnya palsu,” kata Amien.
Pernyataan mengenai ijazah tersebut merupakan tudingan yang disampaikan Amien dalam videonya. Bahan yang tersedia tidak menyertakan bukti atau hasil verifikasi yang mendukung tudingan tersebut.
Bandingkan Jokowi dengan Mantan Presiden
Di bagian akhir, Amien membandingkan Jokowi dengan sejumlah mantan presiden Indonesia, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Megawati Soekarnoputri, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dan Bacharuddin Jusuf Habibie.
Menurut Amien, para mantan presiden tersebut tidak terus berupaya mempertahankan pengaruh kekuasaan setelah menyelesaikan masa jabatan mereka. Ia meminta Jokowi menjadikan mereka sebagai contoh.
“Sudahlah mas Jokowi, enggak usah penyenyengan lagi, contohlah Presiden SBY, Presiden Megawati, Presiden Gus Dur, Presiden Habibie, beliau-beliau ini setelah itu usai tugas kepresidenannya ya sudah selesai, tidak lagi kelayaban, gentayangan, gelayaran, bahkan sempoyongan masih ingin berkuasa lagi seperti Jokowi ini. Jadi ini mohon direnungkan,” tuturnya.











