KETIKKABAR.com – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memamerkan rudal balistik antarbenua atau intercontinental ballistic missile (ICBM) yang diklaim mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat.
Pameran persenjataan tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan berdirinya partai berkuasa Korea Utara dan pembukaan museum industri pertahanan nasional, di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.
Dalam kesempatan itu, Kim Jong Un meninjau langsung deretan persenjataan utama militer Korea Utara, termasuk rudal balistik antarbenua terbesar yang dimiliki negara tersebut.
Pameran itu menjadi bagian dari upaya Pyongyang menunjukkan kemampuan militernya, terutama dalam pengembangan rudal balistik dan persenjataan nuklir.
Korea Utara selama ini menempatkan penguatan pertahanan sebagai respons terhadap ancaman yang mereka kaitkan dengan Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya.
Ketegangan di Semenanjung Korea Meningkat
Pameran rudal tersebut berlangsung ketika situasi keamanan di Semenanjung Korea masih diwarnai persaingan kemampuan militer antara Korea Utara dan Korea Selatan.
Pyongyang terus memperlihatkan perkembangan persenjataan strategisnya, termasuk rudal balistik yang dirancang untuk menjangkau sasaran jarak jauh.
Klaim kemampuan ICBM menjangkau Amerika Serikat menjadi salah satu aspek penting dalam demonstrasi kekuatan militer Korea Utara.
Di sisi lain, Korea Selatan juga melakukan pengembangan dan pengujian persenjataan. Dalam beberapa waktu terakhir, negara tersebut dilaporkan menggelar uji coba persenjataan militer, termasuk rudal hipersonik.
Rangkaian kegiatan militer dari kedua negara mencerminkan persaingan kemampuan pertahanan di kawasan tersebut.
Namun, klaim jangkauan rudal yang dipamerkan Korea Utara perlu dibedakan dari kemampuan operasional yang telah terverifikasi secara independen.
Pameran persenjataan yang dihadiri Kim Jong Un pun menjadi sorotan karena berlangsung di tengah ketegangan regional dan upaya Korea Utara menunjukkan kapasitas teknologi militernya. []











