Hiburan

Jalani Pemeriksaan CT Scan Kepala Usai Pingsan Dipukul Vicky Prasetyo, Begini Kondisi Dede Sunandar

KETIKKABAR.com — Komedian Dede Sunandar harus menjalani pemeriksaan medis CT scan di bagian kepala guna memastikan kondisinya pascainsiden pingsan atau blackout akibat terkena pukulan keras dari Vicky Prasetyo dalam laga tinju ekshibisi di Jambi.

Pemeriksaan lanjutan ini dikonfirmasi langsung oleh Dede melalui rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram Vicky Prasetyo pada Senin (5/10/2026). Dalam video tersebut, Dede tampak didampingi secara langsung oleh Vicky sejak proses evakuasi di atas ring hingga tiba di fasilitas kesehatan.

“Pak Vicky nganterin Dede buat ke rumah sakit untuk cek CT Scan buat kepala, karena kemarin di Jambi baru paru-paru,” ujar Dede dalam video tersebut.

BACA JUGA:  Siuman Usai Pingsan Kena Pukulan Vicky Prasetyo, Begini Kondisi Terkini Dede Sunandar

Dede menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan tanggung jawab moral yang ditunjukkan oleh Vicky Prasetyo selama insiden hingga proses perawatan medis berlangsung.

“Terima kasih banyak juga buat Pak Vicky nih yang sudah memanusiakan manusia di saat-saat pertandingan kejadian itu,” kata Dede.

Lebih lanjut, Dede menegaskan bahwa duel dengan format 2 lawan 1 yang mempertemukannya bersama Beddu melawan Vicky di ajang Kapolda Fighter Match 2026 di GOR Kota Jambi, Sabtu (3/10/2026) malam, merupakan pertandingan murni tanpa rekayasa.

“Memang ini kami fighting-nya itu benar-benar, dan tidak ada rencana sama sekali. Tidak ada sentimen,” ujar Dede.

Sementara itu, Vicky Prasetyo mengakui bahwa atmosfer pertandingan yang kompetitif membuat emosi memuncak sehingga ia tidak mampu mengukur tingkat kekuatan pukulan yang dilepaskan di atas ring.

“Kami enggak tahu seberapa kerasnya. Jadi mungkin itu, waktu pas aku maju, mungkin emosinya masih memuncak,” kata Vicky.

BACA JUGA:  Tinju Kapolda Fighter Match 2026: Dede Sunandar Pingsan Usai Dipukul Vicky Prasetyo

Menutup pernyataannya, Vicky menyampaikan permohonan maaf secara terbuka serta mengambil pelajaran berharga bahwa faktor keselamatan dan sportivitas jauh lebih utama dalam setiap ajang olahraga tarung bebas.

“Saya secara pribadi ingin minta maaf. Tidak inginlah tidak sadar dan lain-lain. Ini pembelajaran bahwa yang penting itu kesetaraan dan lain-lain,” tuturnya. (*)

TERKAIT LAINNYA