KETIKKABAR.com — Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., didampingi oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Iskandar Muda, Ny. Tri Joko Hadi Susilo, secara resmi meresmikan Jembatan Perintis Garuda di Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (26/8/2026).
Peresmian infrastruktur ini merupakan wujud nyata komitmen TNI Angkatan Darat, khususnya Kodam IM, dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendongkrak kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat di pedesaan Aceh.
Kehadiran Jembatan Perintis Garuda diproyeksikan mampu mengatasi hambatan geografis, memperlancar mobilitas warga, serta membuka akses penghubung antarkawasan. Dengan infrastruktur yang lebih memadai, aktivitas perekonomian lokal—mulai dari sektor pertanian, perkebunan, hingga perdagangan—diharapkan dapat berkembang lebih cepat dan optimal.
Acara peresmian diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Rusli.
Pada kesempatan tersebut, tokoh masyarakat setempat, Ahmad Tarmizi, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih yang mendalam kepada jajaran Kodam Iskandar Muda atas terealisasinya pembangunan jembatan ini.
Dalam sambutannya, Pangdam IM menekankan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda tidak hanya berorientasi pada aspek fisik semata, melainkan manifestasi kepedulian dan ikhtiar mempersembahkan aksesibilitas yang layak bagi warga.
“Jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta membuka akses dan peluang ekonomi yang lebih luas. Mari kita bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” ujar Pangdam IM.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat gotong royong serta menjaga aset bersama tersebut demi keberlangsungan manfaat jangka panjang.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi peusijuek—tradisi kearifan lokal Aceh yang bermakna pemanjatan doa, pengharapan keberkahan, serta keselamatan.
Usai prosesi adat, Pangdam IM didampingi para pejabat daerah melakukan pemotongan pita sebagai simbol resmi beroperasinya Jembatan Perintis Garuda.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Pangdam IM bersama rombongan meninjau langsung kondisi fisik serta struktur jembatan, yang kemudian disusul dengan penandatanganan prasasti peresmian.
Pembangunan jembatan ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Selain memangkas jarak tempuh, infrastruktur baru tersebut diyakini menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat setempat.
Keberhasilan proyek ini sekaligus merefleksikan kuatnya kolaborasi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi rakyat.
Hadir mendampingi Pangdam IM dalam peresmian tersebut di antaranya Aster Kasdam IM, Aslog Kasdam IM, Wakazidam IM, Dandim 0117/Aceh Tamiang, Bupati Aceh Tamiang, Kapolres Aceh Tamiang, Danyonif 111/KB, jajaran pejabat daerah, serta tokoh masyarakat setempat.[]










