Daerah

Masuki Tahap Akhir, Jembatan Gantung Perintis Penghubung Desa Kumbang Jaya dan Gulo Segera Rampung

KETIKKABAR.com — Proyek pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menjadi jalur penghubung strategis antara Desa Kumbang Jaya dan Desa Gulo di Kabupaten Aceh Tenggara kini telah memasuki tahap akhir penyelesaian.

Tim teknis di lapangan tampak fokus melakukan penyempurnaan konstruksi, termasuk pengelasan sejumlah bagian lantai jembatan serta pemasangan prasasti sebagai penanda peresmian, Kamis (27/8/2026).

Fase akhir pengerjaan ini memegang peranan krusial untuk memastikan seluruh struktur bangunan berada dalam kondisi kokoh, kuat, dan aman sebelum nantinya dibuka untuk mobilitas publik. Pengelasan intensif dilakukan pada titik-titik sambungan vital guna menjamin ketahanan konstruksi lantai jembatan.

Serma Karmadi menjelaskan bahwa pekerjaan pengelasan harus dieksekusi secara cermat, teliti, dan melalui pemeriksaan menyeluruh pada setiap sambungan agar memenuhi standar keamanan tertinggi.

«“Pekerjaan hari ini difokuskan pada pengelasan beberapa bagian lantai jembatan sekaligus pemasangan prasasti. Semua sambungan diperiksa dan dikerjakan dengan teliti agar konstruksi jembatan lebih kuat dan aman saat nantinya digunakan oleh masyarakat,” ujar Serma Karmadi.»

BACA JUGA:  Pangdam IM Resmikan Sumur Bor dan MCK di Dayah Mudi Mi'rajul Ulum Diniyah Islamiyah, Aceh Tamiang

Ia menambahkan, orientasi penyelesaian proyek ini tidak sebatas mengejar target rampungnya fisik bangunan, melainkan memastikan bahwa aspek kualitas dan keamanan struktur telah teruji secara maksimal. Kehadiran jembatan ini diproyeksikan menjadi urat nadi transportasi baru bagi aktivitas harian warga setempat.

Selain penguatan struktural, pemasangan prasasti turut dilakukan sebagai simbol rampungnya proses pembangunan yang merupakan hasil sinergi lintas sektoral antara TNI, pemerintah daerah, tenaga teknis, serta partisipasi aktif masyarakat.

Bagi warga Desa Kumbang Jaya, Desa Gulo, dan sekitarnya, beroperasinya Jembatan Gantung Perintis ini dinilai mampu mengatasi hambatan geografis yang selama ini membatasi mobilitas. Selama ini, warga harus menempuh jalur yang lebih jauh dan memutar untuk menjangkau kawasan pertanian dan perkebunan.

Dengan rampungnya akses penghubung ini, mobilitas warga diyakini akan menjadi jauh lebih efisien, sekaligus memperlancar akses anak-anak menuju sekolah serta mempermudah penjangkauan fasilitas kesehatan dan layanan publik lainnya.

BACA JUGA:  Kapolda Aceh Terima Silaturahmi Kakanwil BPN

Dari perspektif ekonomi, keberadaan jembatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi kelancaran distribusi hasil bumi, mulai dari sektor pertanian hingga perkebunan. Peningkatan konektivitas ini diyakini mampu mendongkrak produktivitas warga dan menggerakkan roda perekonomian antardesa secara lebih optimal.

Menariknya, keberhasilan proyek infrastruktur ini turut diwarnai oleh kuatnya budaya gotong royong antara prajurit TNI dan warga sekitar selama proses pengerjaan berlangsung. Keterlibatan masyarakat mencerminkan tingginya rasa memiliki terhadap fasilitas publik di wilayah mereka.

Menjelang tuntasnya seluruh tahapan akhir dan uji kelayakan konstruksi, masyarakat menyambut antusias kehadiran jembatan ini dengan harapan dapat segera dimanfaatkan secara optimal demi menunjang peningkatan kualitas hidup, sosial, dan ekonomi di Kabupaten Aceh Tenggara.[]

TERKAIT LAINNYA