KETIKKABAR.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut Inggris sebagai “republik Islam” pertama yang memiliki senjata nuklir.
Komentar ini disampaikan dalam sebuah wawancara siniar dengan radio militer Israel dan dinilai selaras dengan narasi kelompok ekstrem kanan.
Dalam wawancara tersebut, Netanyahu membandingkan situasi media saat ini dengan pemberitaan positif tentang Israel oleh Randolph Churchill puluhan tahun silam.
“Coba cari hal seperti itu di Inggris saat ini, di tempat yang disebut sebagai republik Islam Inggris,” ujar Netanyahu.
Ketika pembawa acara mempertanyakan apakah pernyataan tersebut hanya menyasar Inggris secara khusus, Netanyahu justru mempertegas pandangannya.
“Ya, tapi Anda tahu, ada yang bilang republik Islam pertama yang memiliki senjata nuklir adalah republik Islam Inggris.”
Pernyataan tersebut dinilai keliru secara fakta, mengingat Pakistan yang secara resmi bernama Republik Islam Pakistan telah memiliki persenjataan nuklir sejak dekade 1990-an.
Klaim kontroversial ini muncul di tengah merenggangnya hubungan diplomatik antara Inggris dan Israel di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Andy Burnham.
Sebelum menduduki kursi kepemimpinan pemerintahan, Burnham telah menyampaikan permohonan maaf atas sikap awal Partai Buruh terhadap operasi militer Israel di Jalur Gaza.
Ia menegaskan komitmen pemerintahannya untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel, yang mencakup potensi sanksi tambahan serta pembatasan perdagangan dengan permukiman ilegal.
Pernyataan senada dengan narasi Netanyahu sebelumnya juga sempat dilontarkan oleh Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, serta menjadi bagian dari retorika sejumlah tokoh politik sayap kanan global terhadap figur publik di Inggris, termasuk Wali Kota London Sadiq Khan.[]









