Ekonomi

Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lewat Program Green Zakat, BSI Sabet Anugerah Utama ESG 2026

KETIKKABAR.com — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek sosial dan lingkungan, melalui implementasi program Green Zakat.

Melalui optimalisasi zakat produktif, BSI membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan, mulai dari pelatihan, pendampingan intensif, hingga peningkatan kompetensi usaha secara mandiri.

Salah satu implementasi unggulan dari program ini adalah pengembangan Kampung Usaha Gula Aren di Kabupaten Cianjur. Program tersebut mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan prinsip kelestarian lingkungan, yang melibatkan kerja sama erat dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kelompok tani, dan tokoh masyarakat setempat.

Inisiatif ini terbukti memberikan dampak nyata secara sosial dan ekonomi. Tercatat, program ini telah merangkul 92 penerima manfaat sebagai petani binaan, mengelola sekitar 49 hektare lahan aren, serta membukukan omzet penjualan gula aren hingga menembus angka Rp1,025 miliar.

Atas konsistensi dan keberhasilan program tersebut, BSI sukses meraih Anugerah Utama Sektor Perbankan Implementasi Zakat Hijau Kampung Usaha Gula Aren Cianjur dalam ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026.

BACA JUGA:  HUT ke-53 Bank Aceh: Momentum Memperkuat Amanah, Menumbuhkan Keberkahan Bagi Aceh

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, dan diterima oleh SVP ESG BSI, M. Syukron Habiby, di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan perseroan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnisnya.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, menyampaikan bahwa pencapaian ini merefleksikan peran strategis bank syariah sebagai mitra pembangunan sosial masyarakat.

“Inilah yang menjadi peran BSI yang tidak hanya mitra finansial, melainkan sebagai sahabat sosial dan lingkungan melalui optimalisasi green zakat. Disinilah kami hadir mengembangkan zakat untuk umat yang tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kodim 0108/Agara dan Warga Warnai Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Gantung di Ketambe Aceh Tenggara

Ke depan, BSI berkomitmen untuk terus memperluas cakupan program Green Zakat berbasis potensi lokal di berbagai wilayah Indonesia, sejalan dengan misi perusahaan dalam memperkuat ekonomi umat serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).[]

TERKAIT LAINNYA