KETIKKABAR.com — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyatakan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor jasa konstruksi.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekdakab Aceh Besar, H. M. Ali, S.Sos., M.Si., saat mewakili Bupati Muharram Idris dalam acara Pembekalan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Program Padat Karya di Gampong Blang Krueng, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (8/8/2026).
Program hasil kerja sama dengan Anggota Komisi V DPR RI, H. Ghufran Zainal Abidin, M.A., ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada 8–9 Agustus 2026 dan diikuti oleh 117 peserta.
Pelatihan mencakup sejumlah bidang keahlian spesifik, antara lain kepala tukang pemasangan perancah dan acuan cetakan beton, tukang besi beton, serta tukang pasangan bata dan plesteran.
Dalam sambutannya, H. M. Ali mengapresiasi sinergi lintas instansi yang dinilai sangat membantu masyarakat di tengah tantangan ketersediaan lapangan kerja.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas program pelatihan ini. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena dengan adanya keahlian dan kompetensi, masyarakat kita memiliki kemandirian untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri, baik di gampong maupun di tempat lainnya,” ujar M. Ali.
Ia berharap program sertifikasi ini dapat berlanjut secara berkesinambungan sehingga tenaga kerja lokal semakin siap menghadapi persaingan dunia kerja sekaligus mengambil peran aktif dalam berbagai proyek pembangunan daerah.
Apresiasi khusus juga disampaikan kepada H. Ghufran Zainal Abidin atas perhatian dan kontribusinya terhadap pembangunan di Aceh Besar.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI H. Ghufran Zainal Abidin menyampaikan apresiasi kepada Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Balai Jasa Konstruksi Aceh yang telah membuat acara di Gampong Blang Krueng. Semoga peserta yang hadir bisa berperan dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh,” kata Ghufran.
Ghufran menekankan bahwa kepemilikan sertifikat konstruksi bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud nyata dari kompetensi, integritas, dan profesionalisme tenaga kerja di lapangan. Ia juga mendorong agar para instruktur terus memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para peserta.
“Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi sarana edukasi serta pembimbingan bagi tenaga kerja konstruksi. Para instruktur dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh diharapkan dapat terus memberikan pendampingan, pembinaan, dan berbagi pengetahuan kepada para peserta, sehingga kompetensi tenaga kerja konstruksi Aceh semakin meningkat,” ujarnya.
Pembukaan kegiatan strategis ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Jasa Konstruksi Nanan Abidin, M.M., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Ir. T. Robby Irza, S.T., M.T., Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh Ir. Indra Suhada, S.T., M.T., Kepala Balai BPBPK Aceh Tommy Permadi, M.T., Kepala BPJN Aceh Zulkarnain, M.T., serta Anggota DPRK Aceh Besar Zulfikar Azis, S.E.[]












