KETIKKABAR.com – Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat, jajaran Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 56 Resimen Parakrama Pradhana asal pengiriman Polda Aceh menggelar kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Yayasan Penyantun Islam, Kota Banda Aceh, pada Kamis (30/7/2026).
Rangkaian kegiatan sosial tersebut diisi dengan penyerahan bantuan berupa paket sembako kebutuhan sehari-hari, serta santunan langsung yang diterima oleh pimpinan panti asuhan.
Kehadiran para calon perwira Polri ini disambut dengan hangat dan antusias oleh para pengurus serta anak-anak panti yang hadir di lokasi.
Irwan, salah satu perwakilan Siswa SIP Angkatan 56 Polda Aceh yang juga merupakan personel aktif Polresta Banda Aceh, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai pengabdian institusi kepolisian kepada masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati serta kepedulian sosial yang tinggi selama para siswa menjalani masa pendidikan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan adik-adik di panti asuhan. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat bagi mereka,” ujarnya.
Adapun rincian bantuan paket sembako yang diserahkan dalam kesempatan tersebut meliputi 30 sak beras, 20 papan telur ayam, serta 10 dus minyak goreng.
Selain menyerahkan bantuan material, para siswa SIP juga menyempatkan diri berinteraksi secara langsung dengan pimpinan dan anak-anak panti melalui agenda ramah tamah serta doa bersama.
Suasana keakraban dan kekeluargaan tampak jelas mewarnai jalannya acara yang berlangsung secara sederhana namun penuh makna.
Pihak pengurus panti asuhan menyampaikan apresiasi mendalam serta ucapan terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Siswa SIP Angkatan 56 Polda Aceh.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari sekaligus menjadi suntikan motivasi bagi anak-anak asuh di panti.
Pelaksanaan bakti sosial ini mencerminkan komitmen kuat para calon perwira Polri untuk senantiasa menyeimbangkan profesionalisme tugas penegakan hukum dengan penanaman nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kedekatan emosional dengan masyarakat.
Aksi sosial semacam ini sekaligus menjadi tradisi positif yang konsisten dijalankan oleh para siswa SIP sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat luas.[]












