Nasional

Kasus Batu Bara, Penyidik Temukan Brankas Besi Raksasa di Lokasi Terkait Jampidsus

KETIKKABAR.com – Penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menemukan sebuah brankas besi berukuran sekitar dua meter saat menggeledah sebuah bangunan di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).

Bangunan tersebut disebut-sebut pernah dimiliki atau berkaitan dengan pejabat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Penemuan brankas menjadi salah satu temuan yang paling menyita perhatian dalam penggeledahan tersebut. Berdasarkan dokumentasi yang beredar, brankas itu berisi rak kayu serta sebuah brankas berukuran lebih kecil yang masih berupaya dibuka oleh penyidik.

Proses pembongkaran berlangsung hati-hati karena sistem pengaman brankas dinilai tidak mudah ditembus.

Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait pengadaan serta pemenuhan pasokan batu bara untuk sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) periode 2018–2026.

Penyidik juga menelusuri dugaan keterkaitan perkara tersebut dengan kasus lain, termasuk perkara PT Asabri dan dugaan korupsi di PT Krakatau Steel.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, penggeledahan merupakan bagian dari proses penyidikan untuk mencari barang bukti. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat pemberantasan tindak pidana korupsi.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

“Penyidikan kasus ini sebelumnya telah ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Kortastipidkor Polri. Aparat menduga praktik korupsi dan pencucian uang dalam pengadaan batu bara tersebut mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp5 triliun serta berdampak pada terganggunya pasokan batu bara ke sejumlah PLTU yang memicu pemadaman listrik di beberapa wilayah Sumatera,” kata Budi, dilansir Tempo.co.

Selain mencari dokumen dan perangkat elektronik, penyidik juga mengamankan sejumlah barang yang dinilai berpotensi menjadi alat bukti. Selama proses penggeledahan, area sekitar lokasi dijaga ketat oleh aparat keamanan.

“Keberadaan sejumlah personel TNI di sekitar lokasi juga menarik perhatian karena disebut tidak termasuk dalam koordinasi penyidikan yang dilakukan kepolisian,” lanjutnya.

Bangunan yang digeledah bukan kali pertama menjadi perhatian aparat penegak hukum. Pada 2025, lokasi yang sama pernah menjadi sasaran penyelidikan dalam perkara yang melibatkan pengelola kafe berinisial Ferry Yanto Hongkiriwang.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Nama tersebut berkaitan dengan kasus dugaan penculikan, penganiayaan, dan perintangan penyidikan yang melibatkan anggota Densus 88 Antiteror Polri.

Lokasi tersebut juga memiliki catatan lain yang pernah menjadi sorotan publik. Pada 2024, tempat itu menjadi lokasi dugaan penguntitan terhadap Jampidsus Febrie Adriansyah.

Tempat tersebut juga pernah menjadi sorotan pada 2024, saat seorang anggota Densus 88 diamankan karena diduga melakukan pemantauan terhadap Jampidsus.

Hingga kini, penyidik masih terus mendalami hasil penggeledahan terbaru, termasuk isi brankas yang ditemukan, guna mengungkap dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang sedang ditangani.[]

TERKAIT LAINNYA