KETIKKABAR.com – Salah satu korban Kyai Ashari Pondok Pesantren di Pati buka suara. Ia bongkar modus pengasuh Ponpes tersebut.
Lewat YouTube Channel Denny Sumargo, korban mengawali cerita tiga tahun di Pondok Pesantren tersebut. Korban menceritakan bahwa dirinya tak aneh dan curiga dengan pelaku.
“Udah tiga tahun, tidak apa-apa (perlakuan aneh). Baik, alhamdulillah nggak ada (Kyai macam-macam), kalau ngobrol ya ngaji sampai mana belajarnya gimana,” ujar korban.
Kyai Ashari diketahui tak mengajar dan hanya saja tinggal di sana dan ceramah tiap hari Jumat. “Nggak ngajar, pak Yai ceramah tiap hari Jumat, ada di situ tapi nggak ngajar, tinggal di situ,” ungkapnya.
Dibeberkan korban, Ashari tak punya tempat bernaung tetap. “Pak Yai tidak menetap tidurnya ganti-ganti, dulu nggak ada tempat tetap sesuai keinginannya,” tambahnya.
Awalnya korban juga memijat lalu berlanjut ke ciuman di pipi. Korban menyebut hal tersebut lumrah di kalangan santriwati yang melayani di bagian ndalem.
“Awal mula bertahap disuruh mijeti, terus dicium kanan kiri (pipi) di situ biasa, kalau ndalem udah biasa kalau santri salim aja,” ujarnya.
Ashari juga kerap mengajak santriwati ziarah di sana biasanya diminta menemani tidur. “Sering juga diajak ziarah, shalawat biasanya berdua kadang ramai, nggak curiga karena melekatnya nurut,” ujarnya lagi.
“(Saat ziarah) biasanya diajak nemenin tidur nggak sampai berhubungan sih, tidur satu kamar tok,” jawab korban.
Diakui korban bahwa pelaku memperdaya dengan pelan namun pasti. Saat korban terjebak, baru Kyai Ashari menyebut apa yang dilakukannya adalah suruhan guru toriqoh atau ajaran Guru dari Mesir.
Korban juga diperdaya disebut punya penyakit hati yang cara menyembuhkan menurut Ashari dengan tidur tersebut.
“Di sana ada guru toriqoh, menurut Kyai guru toriqoh bilang nyembuhin sakit. Bilangnya saya banyak iri, banyak penyakit dalam lah, dengki, banyak fitnah, obatnya gini (tidur bareng) salah satunya,” tambahnya.
Dijelaskan kuasa hukum korban, lama kelamaan Ashari meminta agar dilayani dengan memasukkan air mani lewat aktivitas seksual. Pelaku menyebut agar korban diterima diakui Nabi dan ummat.
“Keinginannya agar memasukkan alat kelamin ke mulut agar air mani ditelan agar diakui oleh Nabi ummat dan guru toriqoh,” ujar kuasa hukum korban.
“Apa yang dilakukan oknum ini bilangnya disuruh guru toriqoh guru Mesir,” ujar ayah Korban. []






