Internasional

Tegang dengan Kanselir Jerman, Donald Trump Tarik 5.000 Pasukan AS

KETIKKABAR.com – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) memutuskan untuk menarik 5.000 personel tentaranya dari Jerman menyusul ketegangan diplomatik antara Presiden Donald Trump dan Kanselir Friedrich Merz, Jumat (1/5/2026).

Keputusan ini dipicu oleh pernyataan Merz yang menyebut Washington telah dipermalukan oleh Iran dalam negosiasi konflik Timur Tengah.

Kanselir Friedrich Merz sebelumnya melontarkan kritik tajam dengan membandingkan perang melawan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari tersebut dengan kegagalan militer AS di Irak dan Afghanistan. Menurut Merz, konflik ini memberikan beban ekonomi yang signifikan terhadap output nasional.

“Saat ini, situasinya cukup rumit dan ini menghabiskan banyak uang. Konflik ini, perang melawan Iran, berdampak langsung pada output ekonomi kita,” ujar Merz dalam keterangannya.

Presiden Donald Trump merespons pernyataan tersebut melalui akun media sosial Truth Social. Trump menuding Merz bersikap terlalu toleran terhadap potensi kepemilikan senjata nuklir Iran dan menyarankan agar Jerman lebih fokus menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina ketimbang mengomentari strategi AS.

BACA JUGA:
Jaksa Agung AS: Presiden Trump Jadi Target Utama Penembakan di Acara WHCD

Perselisihan kedua pemimpin negara anggota NATO ini terjadi di tengah keraguan negara-negara Eropa lainnya untuk terlibat lebih jauh dalam perang melawan Iran.

Sebagian besar negara Eropa dilaporkan enggan mengirimkan pasukan guna mendukung operasi militer AS di kawasan tersebut.

Langkah penarikan pasukan ini menandai titik terendah baru dalam hubungan bilateral antara Washington dan Berlin sejak pecahnya konflik di Timur Tengah awal tahun ini.

Hingga kini, Pentagon belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai jadwal pemulangan personel atau apakah pasukan tersebut akan direlokasi ke wilayah lain. []

TERKAIT LAINNYA