Daerah

Perkuat Sinergi Ulama-Umara, Wagub Aceh Kunjungi Dayah Madinatuddinah Bireuen

KETIKKABAR.com – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah dan ulama dengan mengunjungi Dayah Madinatuddinah Miftahussalam di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Jumat (1/5).

Silaturahmi ini bertujuan memperkuat sinergi ulama dan umara sekaligus menempatkan dayah sebagai pilar strategis pembangunan Aceh yang berlandaskan syariat Islam.

Dalam kunjungannya, Fadhlullah yang akrab disapa Dek Fadh menemui Tu Amad dan Tu Haidar, putra dari almarhum ulama kharismatik Abu Tumin Blang Blahdeh.

Kehadiran Wagub turut didampingi oleh Anggota DPD RI asal Aceh, Tgk. H. Ahmada, serta sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Suryadi Djamil dan Muliadi.

Pertemuan tersebut berkembang menjadi ruang dialog strategis. Fadhlullah menegaskan bahwa sejak masa kesultanan, hubungan ulama dan umara (pemerintah) merupakan fondasi utama dalam menjaga identitas dan keistimewaan Aceh yang tidak bisa dipisahkan.

BACA JUGA:
Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi: 4 Tewas, 38 Orang Luka-luka

“Sejarah Aceh membuktikan, kemajuan peradaban lahir dari sinergi ulama dan umara. Ini adalah kekuatan yang harus terus dijaga dan diperkuat,” ujar Fadhlullah.

Ia menambahkan, dayah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan semata, melainkan pusat pembinaan moral, sosial, dan kultural bagi masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi erat diperlukan agar arah pembangunan daerah sejalan dengan kearifan lokal.

Merespons kunjungan tersebut, Tu Amad menyambut positif langkah Pemerintah Aceh. Ia menilai kehadiran Wagub sebagai bentuk perhatian nyata terhadap institusi dayah dan berharap komunikasi ini terus membawa dampak konkret bagi umat.

Kunjungan ke Bireuen ini merupakan bagian dari rangkaian agenda turun lapangannya dari wilayah pantai barat selatan, pantai timur, hingga kawasan tengah Aceh.

BACA JUGA:
HUT ke-27 Aceh Singkil: Wagub Fadhlullah Ajak Perkuat Sinergi dan Pembangunan Berkelanjutan

Fadhlullah dikenal konsisten membangun komunikasi langsung dengan masyarakat dibanding sekadar mengandalkan pertemuan formal.

Komitmen kepedulian terhadap masyarakat riil tersebut juga dibuktikan saat ia meninjau langsung warga terdampak banjir di kawasan Pameu, Aceh Tengah.

Di tengah medan yang sulit, Fadhlullah sempat mengalami insiden terbaliknya rakit penyeberangan, namun hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk menyerap aspirasi dan memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal. []

TERKAIT LAINNYA