Internasional

Iran Blokade Selat Hormuz di Laut Arab, Militer IRGC Peringatkan Pasukan AS Tak Mendekat

KETIKKABAR.com – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih setelah militer Iran resmi menutup Selat Hormuz dari sisi Laut Arab, Kamis (30/4/2026).

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Shahram Irani, menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan militer segera jika pasukan Amerika Serikat (AS) bergerak maju untuk membongkar blokade tersebut.

Langkah provokatif ini diambil sebagai bantahan terhadap klaim bahwa Amerika Serikat telah memenangkan konfrontasi bersenjata.

Dalam siaran stasiun televisi pemerintah IRIB, Irani menyebut asumsi musuh mengenai kecepatan mereka dalam menaklukkan Iran hanyalah sebuah kekeliruan besar.

“Musuh mengira bahwa dalam waktu sesingkat mungkin, seperti 3 hari hingga 1 minggu, mereka bisa mencapai kesimpulan dalam perang melawan Iran, dan asumsi mereka ini telah menjadi lelucon di universitas-universitas militer,” ujar Irani.

BACA JUGA:
Kanada Tolak Masuk Delegasi Iran, Presiden Federasi Batal Hadiri Kongres FIFA

Konflik antara blok AS-Israel melawan Iran semakin menjauh dari prospek perdamaian, meskipun mediasi telah dilakukan oleh Pakistan.

Putaran kedua perundingan di Islamabad masih menggantung lantaran Teheran menolak bernegosiasi selama blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran masih diberlakukan.

Eskalasi di kawasan ini dipicu oleh serangan AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu, yang kemudian memicu aksi balasan dari Teheran terhadap sekutu-sekutu AS di Teluk serta penutupan jalur strategis Selat Hormuz.

Meskipun gencatan senjata sempat diumumkan pada 8 April, upaya perundingan lanjutan belum membuahkan kesepakatan konkret.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata diperpanjang atas permintaan Pakistan sembari menunggu proposal resmi dari pihak Teheran. Namun, di tengah ketidakpastian diplomatik tersebut, militer Iran menyatakan kesiapan untuk bertempur secara total.

“Kita bersatu hingga tetes darah terakhir untuk membalas dendam atas para syuhada kita,” pungkas Irani, menegaskan komitmen pasukannya untuk membalas gugurnya para tentara dalam perang tersebut. []

BACA JUGA:
Menhan Israel Ancam "Bakar" Seluruh Lebanon, Terus Gempur Wilayah Meski Gencatan Senjata

TERKAIT LAINNYA