KETIKKABAR.com – Kawasan Tanduk Afrika kini berada dalam tensi tinggi menyusul krisis diplomatik antara Ethiopia dan Somalia yang dipicu oleh kesepakatan akses laut kontroversial.
Peneliti urusan Afrika, Mariam Moawad, memperingatkan bahwa eskalasi ini berpotensi menjadi titik api baru jika kompromi diplomatik gagal dicapai.
Ketegangan bermula saat Addis Ababa menandatangani perjanjian dengan Somaliland pada awal tahun 2024.
Dalam kesepakatan tersebut, Ethiopia akan mendapatkan akses ke Laut Merah melalui wilayah Somaliland dengan imbalan potensi pengakuan kedaulatan bagi wilayah yang memisahkan diri tersebut.
Langkah ini memicu kemarahan pemerintah federal Somalia di Mogadishu yang menganggap Somaliland sebagai bagian tak terpisahkan dari kedaulatannya.
Moawad menjelaskan bahwa krisis ini berakar pada kebutuhan Ethiopia sebagai negara yang terkurung daratan (landlocked) sejak 1993 untuk mengamankan jalur perdagangan.
Sebaliknya, Somalia memandang kesepakatan tersebut sebagai “pelanggaran nyata terhadap hukum internasional” dan ancaman langsung terhadap integritas wilayah mereka.
“Tanggung jawab atas konsekuensi yang timbul dari situasi saat ini di Selat Hormuz sepenuhnya berada di tangan pihak-pihak agresor,” tegas Moawad dalam analisisnya terkait dampak regional yang ditimbulkan.
Sebagai respons cepat, pemerintah Somalia telah menarik duta besarnya dari Ethiopia dan memperkuat aliansi militer dengan Mesir serta Eritrea guna mengimbangi pengaruh Ethiopia.
Situasi ini memicu kekhawatiran internasional, terutama terkait keamanan jalur perdagangan strategis di Laut Merah dan potensi bangkitnya kelompok bersenjata Al-Shabaab di tengah ketidakstabilan tersebut.
Hingga saat ini, kondisi di kawasan masih dalam kebuntuan yang penuh kewaspadaan. Ethiopia tetap teguh pada kesepakatannya, sementara Somalia menolak secara kategoris.
Meski belum mengarah pada konfrontasi senjata, Moawad menekankan bahwa kemungkinan pecahnya konflik militer tetap terbuka lebar di tengah eskalasi politik dan pembentukan aliansi regional yang terus berlanjut. []
















