KETIKKABAR.com – Upaya percepatan pembangunan infrastruktur terus digencarkan oleh TNI bersama masyarakat di wilayah Kabupaten Bener Meriah.
Pada Jumat, 10 April 2026, personel militer bersama warga Desa Pantan Sinaku, Kecamatan Pintu Rime Gayo, bergotong royong membangun Jembatan Aramco sebagai jalur penghubung vital yang sempat terputus.
Pembangunan jembatan ini merupakan langkah strategis untuk memulihkan akses transportasi masyarakat pascabencana.
Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu membuka kembali jalur ekonomi antarwilayah yang sebelumnya menghambat mobilitas warga di pedalaman Aceh tersebut.
Sinergi TNI dan Satuan Zeni
Di lokasi pembangunan, personel Koramil 04/Pintu Rime Gayo jajaran Kodim 0119/Bener Meriah serta personel dari Satuan Zeni Kodam Iskandar Muda tampak bahu-membahu bersama warga.
Pgs. Danramil 04/PRG, Pelda Yulianto, menjelaskan bahwa fokus pengerjaan saat ini adalah tahap penimbunan struktur menggunakan material batu dan tanah.
“Penimbunan ini bertujuan untuk menyatukan badan jalan dengan struktur jembatan, sehingga nantinya dapat dilalui kendaraan masyarakat dengan aman dan nyaman. Ini merupakan bagian krusial dalam proses pembangunan,” ujar Yulianto.
Ia menambahkan, seluruh proses pengerjaan berjalan sesuai rencana dengan standar kualitas yang terjaga. Pelda Yulianto juga memberikan apresiasi atas partisipasi sukarela masyarakat setempat.
“Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Pantan Sinaku yang setiap hari hadir membantu. Ini adalah bukti nyata bahwa kebersamaan menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan di daerah,” tuturnya.
Dorong Perekonomian Warga
Pembangunan Jembatan Aramco ditargetkan selesai dalam waktu dekat agar segera dapat difungsikan secara optimal.
Keberadaan jembatan ini dinilai akan memberikan dampak signifikan, terutama dalam memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi nadi perekonomian warga.
Apresiasi senada datang dari warga setempat. Samsul, salah satu penduduk Desa Pantan Sinaku, merasa bersyukur atas kehadiran TNI yang membantu mempercepat pengerjaan jembatan tersebut.
“Kami sangat terbantu dengan adanya TNI. Pengerjaan jadi lebih cepat, lebih terarah, dan kami juga merasa lebih semangat untuk ikut bergotong royong. Jembatan ini sangat penting bagi kami, terutama untuk membawa hasil kebun dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Samsul.
Dengan terbangunnya jembatan ini, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat diyakini akan kembali tumbuh. Proyek ini tidak hanya menjadi simbol pemulihan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara TNI dan rakyat dalam pembangunan daerah pascabencana.[]


















