TEL AVIV – Dunia intelijen internasional diguncang skandal peretasan besar. Kelompok peretas asal Iran, Handala Hack Team, mengeklaim telah berhasil membobol ponsel pribadi mantan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Jenderal (Purn) Herzi Halevi.
Tidak tanggung-tanggung, peretas mengeklaim telah mengantongi lebih dari 19.000 file sensitif yang mencakup gambar, video rahasia, hingga dokumen strategi militer yang dikumpulkan selama operasi bertahun-tahun.
Kebocoran Data Terparah dalam Sejarah Keamanan Israel
Dalam pernyataan resminya pada Kamis (9/4/2026), Handala mengungkapkan bahwa mereka telah memiliki akses penuh terhadap kehidupan pribadi dan profesional Halevi.
“Semua fasilitas rahasia Anda, ruang krisis, peta, dan bahkan detail terkecil dari pusat komando Anda telah lama seperti buku terbuka bagi kami,” tulis kelompok tersebut sebagaimana dikutip dari Middle East Eye.
Insiden ini disebut-sebut sebagai salah satu pelanggaran siber paling serius yang menargetkan tokoh tertinggi di lembaga keamanan Israel.
Data yang bocor tidak hanya menyangkut keamanan nasional, tetapi juga pertemuan diplomatik rahasia di Timur Tengah.
Bukti Pertemuan Rahasia dengan Pejabat Arab
Beberapa file yang telah dirilis menunjukkan Halevi dalam pertemuan tingkat tinggi yang sebelumnya tidak terpublikasi:
- Pertemuan di Qatar: Foto Halevi bersama mantan Kepala CENTCOM AS, Michael Kurilla, di bawah potret Emir Qatar.
- Kunjungan di Abu Dhabi: Foto Halevi saat mengunjungi Masjid Sheikh Zayed.
- Diplomasi Belati di Yordania: Video Halevi bertemu Kepala Militer Yordania, Yousef Huneiti, dan menyerahkan belati bersejarah dari Perang Enam Hari 1967.
Pertemuan-pertemuan ini diperkirakan terjadi antara Januari 2023 hingga Agustus 2025, masa di mana Halevi masih menjabat sebagai orang nomor satu di militer Israel.
Detail Pribadi yang Memalukan: ‘Sembunyi di Bawah Piano’
Selain dokumen negara, Handala Hack Team juga merilis konten yang bersifat personal untuk mempermalukan Halevi.
Salah satu yang paling viral adalah video yang menunjukkan Halevi sedang bersembunyi di bawah piano saat seorang wanita memasuki ruang tamunya.
Data pribadi seperti kartu identitas Halevi dan istrinya juga dipublikasikan, menambah tekanan psikologis bagi pihak keluarga dan otoritas keamanan Israel.
Ancaman bagi Komandan dan Pilot Israel
Handala memperingatkan bahwa ini hanyalah awal. Mereka mengeklaim masih menyimpan peta strategis serta identitas visual para komandan senior dan pilot militer Israel.
“Setiap wajah, setiap komandan, dan setiap pilot kriminal ada di tangan kami. Akan kami ungkapkan satu per satu saat waktunya tepat,” ancam mereka.
Rekam Jejak Handala Hack Team
Kelompok ini sebelumnya dikenal lewat serangkaian serangan siber terhadap pejabat elit Israel, termasuk:
- Naftali Bennett (Eks PM): Peretasan akun Telegram dan penyebaran 141 halaman daftar kontak pemimpin dunia.
- Ayelet Shaked (Eks Menteri Kehakiman): Penargetan data pribadi dan profesional.
- Ajudan Benjamin Netanyahu: Serangan siber terhadap lingkaran dalam Perdana Menteri.
Hingga saat ini, pihak keamanan siber Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah-langkah mitigasi pasca kebocoran data masif ini. []


















